Mencari Keadilan untuk dr Icha: Keluarga Siap Seret Tiga Anggota DPRD TTU ke Polda NTT
Senin, 29 Jun 2026 05:34 WIB
Kabarmalam.com — Tragedi memilukan yang merenggut nyawa dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa Dokter Icha, kini memasuki babak baru yang penuh ketegangan. Pihak keluarga besar almarhumah secara tegas menyatakan tidak akan tinggal diam dan siap menempuh jalur hukum guna mengungkap tabir di balik keputusan nekat sang dokter mengakhiri hidupnya.
Fabianus Banase, paman sekaligus juru bicara keluarga, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti dan nama terkait dugaan intimidasi yang dialami Dokter Icha sebelum ia ditemukan tutup usia. Fokus laporan mereka tertuju pada tiga orang anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) yang diduga menjadi pemicu tekanan psikis berat yang dialami korban.
“Kami pastikan masalah ini akan sampai ke Polda NTT. Namun, fokus utama kami saat ini adalah mengantarkan almarhumah ke peristirahatan terakhirnya di TPU Liliba. Setelah pemakaman selesai, langkah hukum langsung kami jalankan,” ujar Fabianus dengan nada bicara yang sarat akan ketegasan saat memberikan keterangan kepada tim Kabarmalam.
Tiga Anggota Dewan dari Berbagai Fraksi Terseret
Laporan yang akan dilayangkan keluarga tidak main-main. Ada tiga nama wakil rakyat yang kini menjadi sorotan tajam, yakni Norbertus Bani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Veronika Lake dari PDI Perjuangan (PDIP), dan Thrensius Lazakar dari Partai Golkar. Ketiganya dituding melakukan tindakan yang melampaui batas sehingga membuat Dokter Icha mengalami depresi hebat.
Selain melaporkan ke pihak kepolisian, keluarga juga berencana mengadukan perilaku para wakil rakyat tersebut ke Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU. Keluarga berharap ada sanksi etik yang tegas bagi mereka yang diduga menyalahgunakan wewenang hingga berujung pada tragedi kemanusiaan ini.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan intimidasi tersebut terjadi di area kerja medis, yakni di IGD RS Leona. Tekanan yang diterima di lingkungan rumah sakit tersebut disinyalir menjadi beban mental yang tak sanggup lagi dipikul oleh Dokter Icha.
Respons Cepat Polres TTU Meski Tanpa Laporan Resmi
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polres Timor Tengah Utara telah menunjukkan gerak cepat dalam menangani kasus yang tengah menjadi pusat perhatian publik ini. Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, menyatakan bahwa pihaknya telah menginisiasi langkah-langkah penyelidikan awal meskipun pihak keluarga belum membuat laporan secara formal.
“Berita ini sudah sangat viral dan menjadi keresahan di tengah masyarakat. Berdasarkan pantauan di media sosial dan informasi yang berkembang, kami sudah melakukan beberapa tindakan kepolisian di lapangan,” jelas AKBP Eliana saat mengunjungi rumah duka di Kupang.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penyidik akan segera memanggil ketiga anggota DPRD TTU tersebut untuk dimintai klarifikasi. Saksi-saksi kunci, terutama rekan sejawat Dokter Icha yang berada di lokasi kejadian saat dugaan intimidasi berlangsung, juga telah diperiksa secara intensif.
Kini, publik menanti bagaimana kelanjutan dari proses pencarian keadilan ini. Kepergian dr. Icha bukan sekadar kehilangan satu nyawa tenaga medis, namun menjadi pengingat pentingnya perlindungan mental bagi mereka yang bertugas di garis depan kesehatan dari segala bentuk intervensi politik dan tekanan yang tidak semestinya.