Guncangan Magnitudo 4,5 Terdeteksi di Melonguane Sulawesi Utara, Begini Laporan Terkini BMKG
Senin, 29 Jun 2026 02:34 WIB
Kabarmalam.com — Suasana tenang di penghujung Juni terusik oleh guncangan tektonik yang melanda wilayah Sulawesi Utara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi peristiwa gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo (M) 4,5 yang berpusat di dekat kawasan Melonguane pada Senin dini hari (29/6/2026).
Berdasarkan data yang dirilis secara cepat melalui kanal komunikasi resmi BMKG, getaran tersebut tercatat terjadi tepat pada pukul 00.57 WIB. Meski terjadi saat sebagian besar warga sedang beristirahat, otoritas terkait terus memantau dampak yang ditimbulkan oleh fenomena alam ini sebagai bentuk kewaspadaan dini.
Detail Titik Lokasi dan Kedalaman Gempa
Hasil analisis seismik menunjukkan bahwa pusat gempa berada pada koordinat 5,65 Lintang Utara dan 125,50 Bujur Timur. Lokasi spesifiknya terletak sekitar 225 kilometer di arah Barat Laut Melonguane, Sulawesi Utara. Salah satu aspek yang menjadi perhatian serius adalah kedalamannya yang tergolong dangkal, yakni hanya 10 kilometer di bawah permukaan laut.
Karakteristik gempa dangkal seringkali menjadi catatan khusus bagi tim mitigasi bencana karena potensi rambatan getarannya yang lebih terasa di permukaan dibandingkan gempa dalam. Kendati demikian, hingga berita ini disusun, belum ada laporan mendalam mengenai kerusakan infrastruktur bangunan maupun korban jiwa akibat insiden tersebut.
BMKG Beri Catatan Terkait Pembaruan Data
Pihak BMKG menegaskan bahwa informasi yang disampaikan saat ini mengutamakan aspek kecepatan agar masyarakat di wilayah terdampak bisa segera meningkatkan kewaspadaan. Oleh karena itu, parameter gempa yang diumumkan masih bersifat dinamis dan berpotensi mengalami perubahan seiring dengan masuknya data tambahan dari berbagai stasiun pemantau di lapangan.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya melalui media sosial. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, serta selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah setempat guna menghindari misinformasi yang sering beredar pasca terjadinya guncangan tektonik di wilayah Melonguane.