Angin Segar Industri: Harga LNG Dipangkas, Andi Gani Desak Perusahaan Hentikan Badai PHK
Senin, 29 Jun 2026 21:04 WIB
Kabarmalam.com — Kabar gembira datang bagi sektor manufaktur dan para buruh di tanah air. Pemerintah secara resmi mengambil langkah berani dengan memangkas harga Liquefied Natural Gas (LNG) untuk kebutuhan industri secara signifikan. Kebijakan ini disambut hangat oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, yang menilai langkah ini sebagai napas baru bagi dunia usaha sekaligus benteng perlindungan bagi para pekerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).
Perubahan harga yang cukup drastis ini menggeser angka dari sebelumnya mencapai USD 23 per MMBTU menjadi hanya USD 13 per MMBTU. Andi Gani menegaskan bahwa selisih penghematan sebesar USD 9 per MMBTU tersebut seharusnya menjadi alasan kuat bagi perusahaan untuk menjaga stabilitas tenaga kerjanya. Beliau meyakini bahwa penurunan biaya operasional ini sangat membantu kelangsungan industri nasional yang selama ini terbebani tingginya harga energi.
Komitmen Pengusaha Jadi Kunci Utama
“Artinya ada penghematan yang nyata di lapangan. Kami sangat yakin hal ini akan menolong industri yang menggunakan gas dalam produksinya. Karena itu, kami mengharapkan perusahaan benar-benar menunjukkan komitmen mereka untuk tidak melakukan PHK pasca kebijakan ini,” ujar Andi Gani saat ditemui di Kantor DPP KSPSI, Jakarta Selatan, Senin (29/6/2026).
Perjuangan menurunkan harga gas ini bukanlah proses instan. Andi Gani mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan diskusi intensif dengan jajaran menteri di kabinet Presiden Prabowo Subianto, mulai dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Menaker Yassierli. Keterlibatan tokoh penting seperti Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menjadi kunci dalam merumuskan solusi di tengah tensi geopolitik global yang kembali memanas.
Kemenangan Bagi Seluruh Buruh Indonesia
Menurut Andi Gani, keberhasilan ini adalah kemenangan kolektif bagi seluruh kaum pekerja di Indonesia, bukan hanya bagi mereka yang tergabung dalam KSPSI. Dampak dari tingginya harga gas industri sebelumnya dirasakan oleh lintas sektoral, sehingga penurunan ini diharapkan mampu memberikan efek domino positif bagi stabilitas ekonomi nasional secara menyeluruh.
Terkait nasib para pekerja yang sudah terlanjur terdampak, Andi Gani memberikan perhatian khusus pada kasus yang menimpa PT Granito. Perusahaan tersebut diketahui sempat melakukan PHK terhadap ratusan buruhnya akibat beban harga gas yang mencekik. Beliau berencana untuk segera menemui pimpinan perusahaan tersebut guna duduk bersama mencari solusi terbaik demi menyelamatkan nasib para pekerja.
Arahan Strategis Presiden Prabowo Subianto
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa keputusan penurunan harga ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah memahami bahwa menjaga keberlangsungan industri adalah satu-satunya cara efektif untuk mengamankan lapangan pekerjaan di dalam negeri.
Bahlil menjelaskan bahwa awalnya terdapat usulan harga di kisaran USD 15-16 per MMBTU dari pelaku usaha. Namun, setelah melakukan kalkulasi mendalam dan mempertimbangkan kepentingan rakyat luas, Presiden memutuskan untuk menetapkan harga di level yang lebih rendah, yakni USD 13 per MMBTU. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjadi stimulus kuat bagi pertumbuhan ekonomi dan mengakhiri kekhawatiran akan gelombang PHK massal di berbagai sektor industri strategis.