Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda, Pramono Anung Beri Peringatan Keras: Jangan Ada Intervensi!
Jumat, 26 Jun 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah babak baru dimulai bagi PT Air Minum Jaya (PAM Jaya). Perusahaan yang bertanggung jawab atas ketersediaan air bersih di ibu kota ini kini resmi bertransformasi status menjadi Perseroan Daerah (Perseroda). Perubahan ini diharapkan membawa fleksibilitas bisnis yang lebih luas, namun Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan catatan tebal: profesionalisme harus di atas segalanya.
Dalam gelaran Jakarta Water Hero 2026 yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Jumat (26/6/2026), Pramono menegaskan bahwa status baru ini menuntut manajemen yang lebih mandiri. Menurutnya, fleksibilitas sebagai PT akan membuat PAM Jaya bergerak lebih lincah dalam merespons kebutuhan pasar dan tantangan infrastruktur.
Pemisahan Tegas Regulator dan Operator
Pramono mengingatkan bahwa meski kini lebih fleksibel secara bisnis, garis demarkasi antara siapa yang mengatur dan siapa yang menjalankan harus tetap jelas. Ia tidak ingin ada tumpang tindih fungsi yang justru menghambat efektivitas kerja.
“Intinya adalah pemisahan antara regulator dan operator itu harus jelas dan tegas. Operatornya adalah PAM Jaya, sedangkan regulatornya tetap di bawah kendali Pemerintah DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air,” ujar Pramono dengan nada lugas.
Pesan Menohok: Jangan ‘Nitip’ atau Intervensi
Satu hal yang menjadi perhatian serius mantan Sekretaris Kabinet ini adalah potensi intervensi dari berbagai pihak luar. Pramono secara terbuka mengaku telah menginstruksikan jajaran direksi untuk bekerja secara profesional tanpa perlu tunduk pada tekanan kepentingan tertentu.
“Saya sampaikan, tidak boleh siapa pun melakukan intervensi terhadap PAM Jaya. Sejak awal saya minta direksi bekerja profesional, dan hasilnya mulai kita rasakan hari ini,” katanya. Ia juga sempat melontarkan sindiran halus mengenai fenomena pihak-pihak yang kerap muncul saat sebuah instansi mulai menunjukkan prestasi.
“Problemnya biasanya kalau sudah memberikan hasil baik, semua orang ingin merasa ikut campur, semua orang merasa berjasa. Saya sampaikan kepada Pak Dirut dan Komisaris Utama, ini yang benar-benar harus dijaga,” tegasnya menambahkan.
Target Ambisius 2029
Di balik peringatan kerasnya, Pramono memberikan apresiasi tinggi atas capaian kinerja PAM Jaya yang saat ini sudah berhasil membukukan keuntungan. Tak hanya soal finansial, cakupan layanan air bersih di Jakarta kini telah menyentuh angka 82 persen.
Ke depannya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mematok target yang cukup menantang. Berikut adalah beberapa poin utama fokus pengembangan ke depan:
- Meningkatkan cakupan layanan air perpipaan hingga mencapai 100 persen pada tahun 2029.
- Memperkuat infrastruktur distribusi untuk meminimalisir kebocoran air.
- Mempertahankan standar profesionalisme sebagai kunci utama kemajuan perusahaan.
Pramono optimistis target tersebut bukan sekadar angka di atas kertas asalkan integritas perusahaan tetap terjaga. “Profesionalisme itu menjadi kata kunci jika PAM Jaya ingin terus melaju,” pungkasnya.