Ikuti Kami
kabarmalam.com

Jakarta Berbenah, Pramono Anung Targetkan ‘Hutan’ Kabel Semrawut Masuk Tanah Secara Bertahap

Husnul | kabarmalam.com
Jumat, 26 Jun 2026 12:34 WIB
Jakarta Berbenah, Pramono Anung Targetkan 'Hutan' Kabel Semrawut Masuk Tanah Secara Bertahap

Kabarmalam.com — Wajah langit Jakarta yang selama ini terkesan semrawut akibat jalinan kabel yang bergelantungan tak beraturan tampaknya akan segera mengalami transformasi besar. Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan komitmennya untuk merapikan jaringan utilitas tersebut secara bertahap demi mewujudkan estetika kota yang lebih bersih dan aman bagi warga.

Langkah konkret ini diambil menyusul telah disahkannya landasan hukum yang kuat berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT). Menurut Pramono, keberadaan Perda tersebut menjadi kunci utama yang selama ini menjadi kendala dalam melakukan eksekusi di lapangan.

Payung Hukum Sebagai Kunci Penataan

Pramono menjelaskan bahwa selama ini proses pemindahan kabel ke bawah tanah sering kali terhambat karena ketiadaan regulasi yang memadai. Namun, dengan ditandatanganinya Perda SJUT, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini memiliki otoritas penuh untuk mempercepat proses penataan kabel yang sudah lama menjadi keluhan publik.

Baca Juga  Insiden Keracunan Massal MBG di Jakarta Timur: 72 Siswa Tumbang, Operasional Dapur SPPG Resmi Dihentikan

“Kabel-kabel ini sekarang sedang dalam proses penataan intensif karena Perdanya sudah saya tandatangani. Perda tentang SJUT ini sangat penting sebagai payung hukum kita,” ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta pada Jumat (26/6/2026). Ia menambahkan bahwa tanpa regulasi tersebut, pihak swasta maupun penyedia layanan jasa komunikasi tidak memiliki kewajiban kuat untuk memindahkan infrastruktur mereka ke bawah tanah.

Misteri Kabel Mati yang Tak Bertuan

Salah satu fakta menarik yang diungkapkan oleh Pramono adalah mengenai asal-usul kekacauan kabel di ibu kota. Ia membeberkan bahwa mayoritas kabel yang bergelantungan dan merusak estetika kota sebenarnya adalah kabel-kabel lama yang sudah tidak lagi berfungsi.

Baca Juga  Menko Zulhas Puji Strategi Pilah Sampah Jakarta, Instruksikan Daerah Lain Lakukan 'Copy-Paste'

“Jakarta ini sangat kompleks. Masalah utamanya adalah banyak kabel yang sebenarnya sudah tidak termanfaatkan, tetapi pemiliknya sendiri sudah tidak tahu lagi karena saking lamanya kabel itu menggantung di sana,” jelasnya. Fenomena ‘kabel mati’ inilah yang membuat volume kabel di udara terus menumpuk tanpa ada yang bertanggung jawab untuk mencabutnya.

Kolaborasi Sektor Swasta dan Harapan Masa Depan

Meski merupakan tantangan besar, Pramono Anung merasa optimistis karena saat ini sejumlah entitas swasta telah menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kerjasama ini diharapkan mampu mempercepat pemindahan jaringan utilitas ke dalam tanah di berbagai titik strategis.

Program ini bukan hanya soal keindahan semata, namun juga berkaitan erat dengan keselamatan warga. Beberapa insiden tragis akibat kabel menjuntai telah menjadi pengingat keras bagi pemerintah untuk segera bertindak. Dengan implementasi Perda SJUT yang efektif, Jakarta diharapkan dapat sejajar dengan kota-kota besar dunia lainnya yang memiliki sistem pengelolaan utilitas bawah tanah yang rapi dan terintegrasi.

Baca Juga  Indonesia Bersinar di Panggung Global: Tiga Inovasi Pelayanan Publik Raih Penghargaan PBB 2026

Saat ini, pengerjaan fisik mulai terlihat di beberapa ruas jalan protokol di Jakarta. Secara bertahap, kabel-kabel yang semula melintang di atas kepala mulai diturunkan ke dalam boks utilitas bawah tanah, menandai babak baru dalam manajemen infrastruktur Jakarta yang lebih modern.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul