Eksklusif: Komisi IX DPR Gelar Rapat Tertutup Bersama Badan Gizi Nasional Bahas Proyeksi Anggaran 2027
Senin, 15 Jun 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Gedung Parlemen Senayan hari ini menjadi saksi pertemuan strategis antara Komisi IX DPR RI dengan lembaga baru yang kini menjadi sorotan, Badan Gizi Nasional (BGN). Agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut diputuskan berlangsung secara tertutup lantaran fokus utamanya berkaitan dengan perencanaan matang mengenai alokasi anggaran 2027.
Suasana di dalam ruang rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh. Beliau tidak sendirian, tampak hadir pula jajaran pimpinan komisi lainnya seperti Charles Honoris dan Putih Sari yang turut mengawal jalannya diskusi. Di pihak mitra kerja, Kepala BGN Nanik S. Deyang hadir didampingi oleh Wakil Ketua BGN, Trenggono, guna memberikan paparan perdana mereka di hadapan wakil rakyat.
Fokus Jangka Panjang dan Ketahanan Gizi
Rapat yang dimulai sejak siang hari ini dipastikan telah memenuhi kuorum. Nihayatul Wafiroh mengonfirmasi bahwa sebanyak 35 anggota dari 8 fraksi berbeda hadir untuk memberikan masukan serta pengawasan. Keputusan untuk menutup rapat dari akses publik diambil setelah melalui pertimbangan bersama mengenai sensitivitas data keuangan yang sedang dibahas.
“Bapak dan Ibu yang saya hormati, mengingat agenda kita hari ini adalah pembahasan anggaran yang memerlukan detail teknis, apakah rapat ini kita laksanakan secara terbuka atau tertutup?” tanya Nihayatul kepada forum sebelum menutup pintu ruang sidang. Para anggota dewan pun sepakat untuk menggelar sesi tertutup, mengikuti preseden pembahasan anggaran strategis sebelumnya.
Debut Perdana Nanik S. Deyang di Parlemen
Kehadiran Nanik S. Deyang di kompleks DPR RI kali ini merupakan momen perdana bagi dirinya sejak resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 8 Juni lalu. Sebagai nakhoda baru di Badan Gizi Nasional, Nanik beserta wakilnya, Trenggono dan Agustina Arumsari, memikul beban berat untuk menyelaraskan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia.
Meskipun rapat berlangsung tanpa sorotan kamera media secara langsung, berhembus kabar bahwa sinkronisasi program antara BGN dan legislatif menjadi poin krusial. Perencanaan anggaran hingga tahun 2027 menunjukkan bahwa pemerintah dan DPR ingin memastikan keberlanjutan program gizi nasional secara sistematis dan terukur untuk jangka panjang.
Langkah awal ini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat bagi kebijakan gizi di tanah air, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat di masa depan. Tim redaksi akan terus memantau hasil kesepakatan dari pertemuan tertutup ini guna memberikan informasi akurat bagi publik.