Ikuti Kami
kabarmalam.com

Hati-hati ‘Jebakan Batman’ Gula Tersembunyi, Begini Cara Jitu Membedah Label Nutrisi Produk

Wahid | kabarmalam.com
Sabtu, 06 Jun 2026 06:35 WIB
Hati-hati 'Jebakan Batman' Gula Tersembunyi, Begini Cara Jitu Membedah Label Nutrisi Produk

Kabarmalam.com — Di balik kemasan makanan dan minuman yang menggoda, tersimpan rahasia yang sering kali luput dari pandangan konsumen: hidden sugar atau gula tersembunyi. Fenomena ini kerap dijuluki sebagai ‘jebakan Batman’, sebuah istilah untuk menggambarkan bagaimana asupan manis yang berlebihan menyusup ke dalam tubuh tanpa kita sadari. Dampaknya tidak main-main, mulai dari lonjakan berat badan hingga meningkatnya risiko penyakit metabolik yang mengintai kesehatan jangka panjang.

Persoalan serius ini menjadi sorotan utama dalam diskusi mendalam mengenai kesehatan masyarakat. dr. Laurencia Ardi, M.Gizi, AIFO-K, seorang Health Communicator dari Kalbe Nutritionals, menekankan pentingnya bagi setiap individu untuk menjadi konsumen yang lebih kritis, terutama saat membaca label informasi nilai gizi pada produk kemasan.

Jangan Terkecoh Hanya pada Angka ‘Gula Total’

Langkah awal untuk terhindar dari jeratan gula berlebih adalah dengan memahami batas konsumsi harian. dr. Laurencia mengingatkan bahwa anjuran asupan gula per hari idealnya tidak melebihi 50 gram, atau setara dengan kurang lebih lima sendok makan. Namun, tantangannya terletak pada bagaimana angka tersebut terdistribusi dalam produk yang kita konsumsi sehari-hari.

Baca Juga  8 Pilihan Buah Rendah Gula yang Aman bagi Penderita Diabetes: Tetap Manis Tanpa Lonjakan Insulin

“Sering kali kita temukan satu produk saja sudah mengandung 20 hingga 29 gram gula per sajian. Jika batas harian kita hanya 50 gram, maka satu kemasan tersebut sudah menghabiskan hampir separuh dari jatah harian kita,” ungkap dr. Laurencia dalam sebuah pemaparan edukatif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masyarakat tidak boleh hanya terpaku pada tulisan ‘Gula Total’. Sangat penting untuk melihat rincian atau breakdown di bawahnya. Salah satu yang wajib diwaspadai adalah kandungan sukrosa. Sukrosa merupakan gula tambahan atau gula pasir yang jika dikonsumsi berlebih dapat berdampak buruk pada metabolisme tubuh.

Membedakan Antara Gula Alami dan Gula Tambahan

Dalam memahami label nutrisi, konsumen juga sering menemukan istilah laktosa. dr. Laurencia memberikan edukasi penting untuk membedakan keduanya. Berbeda dengan sukrosa yang merupakan pemanis tambahan, laktosa adalah gula alami yang ditemukan dalam susu.

Baca Juga  Mengenal Serang Virus: Strain Hantavirus Lokal dari Banten dan Potensi Risikonya

Meski keduanya merupakan bagian dari karbohidrat yang akan diolah tubuh menjadi energi, dampaknya terhadap profil kesehatan bisa berbeda. “Yang sebenarnya perlu menjadi perhatian utama dan dikhawatirkan adalah kadar sukrosanya, terutama bagi mereka yang sedang berupaya mengontrol berat badan atau menjaga kadar gula darah,” tambahnya.

Solusi Manis Tanpa Kalori Berlebih

Bagi Anda yang tetap ingin menikmati sensasi rasa manis namun ingin meminimalisir asupan kalori, penggunaan pemanis non-kalori bisa menjadi alternatif bijak. Beberapa pilihan populer saat ini mencakup bahan alami seperti stevia, hingga pemanis buatan seperti sukralosa yang merupakan hasil modifikasi dari sukrosa namun tanpa kandungan kalori.

Satu tips profesional dari dr. Laurencia: informasi mengenai jenis pemanis ini biasanya tidak terpampang di tabel nilai gizi, melainkan tersembunyi di dalam daftar komposisi bahan. Oleh karena itu, mulailah membiasakan diri untuk membaca seluruh bagian kemasan secara menyeluruh sebelum memutuskan untuk membeli atau mengonsumsinya.

Baca Juga  Buntut Viral Lele Mentah, 45 Satuan Pelayanan Gizi di Pamekasan Terdeteksi Bermasalah

Menjaga gaya hidup sehat dimulai dari keberanian kita untuk membedah apa yang masuk ke dalam tubuh. Dengan memahami label nutrisi secara saksama, kita bukan hanya menghindari ‘jebakan Batman’, tetapi juga melakukan investasi terbaik untuk kesehatan di masa depan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid