Ikuti Kami
kabarmalam.com

Bahaya Tersembunyi di Balik Tren WFC: Awas Saraf Kejepit Mengintai Gen Z yang Hobi Nugas di Kafe

Wahid | kabarmalam.com
Sabtu, 06 Jun 2026 16:34 WIB
Bahaya Tersembunyi di Balik Tren WFC: Awas Saraf Kejepit Mengintai Gen Z yang Hobi Nugas di Kafe

Kabarmalam.com — Fenomena bekerja atau mengerjakan tugas di kedai kopi, yang populer dengan istilah Work From Cafe (WFC), kini telah mendarah daging di kalangan Gen Z, mahasiswa, hingga pekerja lepas. Berburu suasana baru demi memicu kreativitas di kafe-kafe estetik memang menyenangkan, namun ada risiko kesehatan serius yang sering kali terabaikan di balik tas ransel yang berat.

Membawa ‘kantor berjalan’ di dalam tas—mulai dari laptop, pengisi daya, powerbank, tumpukan dokumen, hingga botol minum—ternyata memberikan beban mekanis yang signifikan pada tubuh. Jika kebiasaan ini dibarengi dengan munculnya rasa nyeri yang menjalar dari area leher hingga ke ujung tangan, Anda patut waspada. Gejala tersebut bisa jadi merupakan sinyal awal dari gangguan saraf kejepit.

Baca Juga  Kisah Pilu Pria Surabaya Berjuang Melawan Kanker Ginjal di Usia Muda: Awalnya Dikira Nyeri Perut Biasa

Kesalahan Fatal Saat Membawa Ransel

Dokter spesialis bedah saraf dari Lamina Hospital, dr. Victorio, SpBS, menjelaskan bahwa posisi membawa beban yang salah menjadi pemicu utama masalah saraf di area leher. Menurutnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa cara mereka menyampirkan tas dapat berakibat fatal dalam jangka panjang.

“Bagaimana cara membawa tas yang benar? Jika menggunakan backpack atau ransel, kuncinya adalah keseimbangan. Kedua tali tas harus disampirkan pada kedua bahu secara bersamaan. Beban harus terbagi rata antara sisi kanan dan kiri,” ujar dr. Rio dalam sebuah sesi bincang kesehatan di Jakarta.

Gaya Hidup dan Keseimbangan Beban

Kesalahan yang paling jamak ditemukan pada gaya hidup modern saat ini adalah kebiasaan menyampirkan ransel hanya pada satu sisi bahu saja. Hal ini menyebabkan tumpuan beban menjadi tidak stabil dan memaksa otot serta tulang belakang bekerja lebih keras untuk menyeimbangkan posisi tubuh.

Baca Juga  Saraf Kejepit Tak Pandang Bulu: Belajar dari Kasus Viktor Axelsen dan Risiko bagi 'Weekend Warrior'

“Kesalahan yang sering kita lakukan adalah hanya menggunakan satu tali di satu sisi bahu saja. Padahal, keseimbangan antara bahu kanan dan kiri sangat krusial untuk meminimalisir risiko cedera saraf,” tegas dr. Rio. Dengan menggunakan kedua tali ransel, tekanan pada cakram tulang belakang dan saraf dapat diredam dengan lebih baik.

Bagi Anda yang sering menjalani rutinitas produktivitas di luar ruangan, mulailah lebih peduli pada kesehatan postur tubuh. Jangan sampai semangat untuk bekerja di tempat yang nyaman justru berujung pada kunjungan medis yang tidak diinginkan. Pastikan beban tas Anda tetap proporsional dan selalu gunakan kedua tali ransel untuk menjaga kesehatan tulang belakang Anda.

Baca Juga  Inspirasi Gen Z Bekasi: Sulap Teras Rumah Jadi Kedai, Perjuangan Zara Viral Ditonton 45 Juta Kali
Tentang Penulis
Wahid
Wahid