Skandal OTT Imigrasi Jakarta Barat: Dirjen Hendarsam Siapkan Pengganti dan Dukung Pembersihan Internal
Rabu, 03 Jun 2026 15:34 WIB
Kabarmalam.com — Gelombang pemberantasan korupsi kembali mengguncang instansi pemerintahan, kali ini menyasar Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat teras di kantor tersebut, Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, bergerak cepat dengan menyiapkan sosok pengganti guna memastikan roda organisasi tetap berjalan normal.
Langkah taktis ini diambil sebagai respons atas dugaan keterlibatan Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Jakarta Barat dalam praktik lancung. “Untuk posisi Kakanim, saat ini kami sudah menyiapkan penggantinya. Ini adalah langkah antisipasi jika nanti memang terbukti ada tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh yang bersangkutan,” ujar Hendarsam saat dikonfirmasi pada Rabu (3/6/2026).
Komitmen Pembersihan di Internal Imigrasi
Hendarsam, yang baru menduduki kursi Dirjen Imigrasi selama dua bulan, menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi birokrasi secara total. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah hukum yang diambil KPK untuk membongkar segala bentuk penyimpangan di lingkungan kerja yang ia pimpin. Baginya, insiden ini merupakan bagian dari semangat perubahan yang tengah diusung.
“Prinsip kami jelas, kami mendukung penuh langkah KPK untuk membongkar kasus apa pun di imigrasi. Kehadiran saya di sini membawa spirit perubahan dan melakukan pembersihan dari dalam,” tegasnya. Hendarsam juga menambahkan bahwa pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya jika KPK ingin melakukan pengembangan penyelidikan ke kantor imigrasi di wilayah lain di seluruh Indonesia.
Detail Barang Bukti dan Lokasi Operasi
Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa rentetan OTT KPK kali ini tidak hanya terjadi di Jakarta Barat, tetapi juga meluas hingga ke wilayah Jawa Barat dan Bali. Dalam operasi senyap tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan belasan orang, termasuk pejabat utama di Kanim Jakarta Barat.
Selain mengamankan para terduga, KPK juga menyita sejumlah barang bukti yang cukup mencengangkan. “Ada belasan orang yang kami amankan. Tim juga menyita barang bukti berupa kendaraan roda empat dan roda dua, serta sejumlah uang tunai dalam bentuk valuta asing (USD dan SGD) serta logam mulia emas,” papar Budi.
Fokus pada Masalah Izin Tinggal
Meskipun detail perkara masih dalam proses pendalaman, dugaan awal mengarah pada penyalahgunaan wewenang terkait administrasi izin tinggal. Hendarsam sendiri mengaku masih menunggu keterangan resmi dari KPK mengenai rincian kasus tersebut karena statusnya yang masih baru menjabat.
Di sisi lain, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto turut memberikan tanggapan singkat namun tegas. Ia menyatakan menghormati seluruh proses hukum yang sedang dilakukan oleh lembaga antirasuah tersebut terhadap jajarannya di Imigrasi Jakarta Barat. “Kita hormati proses hukum yang berjalan, arahan kita sudah sangat jelas,” pungkas Agus.