Ikuti Kami
kabarmalam.com

Menkes Pastikan Kontak Erat Hantavirus MV Hondius di Jakarta Negatif, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 02 Jun 2026 18:34 WIB
Menkes Pastikan Kontak Erat Hantavirus MV Hondius di Jakarta Negatif, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Kabarmalam.com — Upaya pemerintah dalam membendung potensi penyebaran Hantavirus di tanah air membuahkan kabar melegakan. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengonfirmasi bahwa seorang warga negara asing (WNA) yang sempat diduga terpapar Hantavirus pasca melakukan perjalanan dengan kapal MV Hondius, kini telah diperbolehkan pulang dari RSPI Sulianti Saroso.

Pasien yang diketahui bekerja di kawasan Jakarta Pusat tersebut sebelumnya berada di bawah pemantauan ketat tim medis. Namun, setelah melalui serangkaian observasi dan pemeriksaan mendalam, ia dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak menunjukkan gejala klinis yang mengkhawatirkan. Langkah proaktif ini diambil setelah pemerintah Indonesia menerima peringatan dini dari otoritas kesehatan Inggris terkait adanya individu yang pernah berada di kapal MV Hondius—lokasi yang sebelumnya dilaporkan mengalami wabah Hantavirus Andes.

Baca Juga  Mengenal Ancaman Hantavirus: Tragedi Maut di Kapal Pesiar MV Hondius dan Cara Mencegahnya

Hasil Tracing Menunjukkan Tidak Ada Penularan

Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa proses penelusuran kontak erat atau tracing yang dilakukan oleh tim epidemiologi tidak menemukan adanya indikasi penyebaran virus lebih lanjut. Hal ini meredam kekhawatiran publik mengenai kemungkinan masuknya varian Hantavirus Andes yang dikenal cukup berbahaya ke wilayah metropolitan.

“Begitu kami mendapatkan informasi mengenai warga negara Inggris tersebut, langkah isolasi segera dilakukan di RSPI. Hasil identifikasi akhir menunjukkan tidak ada penularan sama sekali. Kami telah memeriksa seluruh kontak erat dan hasilnya negatif,” ujar Menkes saat memberikan keterangan resmi kepada awak media, Selasa (2/6/2026).

Hantavirus Bukan Ancaman Baru di Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Menkes juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak panik secara berlebihan. Beliau menjelaskan bahwa Hantavirus sebenarnya bukanlah jenis patogen baru di Indonesia. Berdasarkan data historis, keberadaan virus ini sudah terdeteksi di tanah air sejak awal tahun 2000-an.

Baca Juga  Mengerikan, Petani Ini Tak Sadar Simpan Batu Kandung Kemih Seberat 1,3 Kg Selama Bertahun-tahun

Pemerintah juga telah melakukan studi seroprevalensi untuk memantau sejauh mana kekebalan tubuh masyarakat terhadap virus ini, serupa dengan survei yang dilakukan saat masa pandemi COVID-19. Hasilnya cukup mengejutkan sekaligus menenangkan.

  • Di Bali, sekitar 16 persen populasi ditemukan sudah memiliki antibodi terhadap Hantavirus.
  • Untuk wilayah Surabaya dan Jakarta, angka kepemilikan antibodi berada di kisaran 13 persen.

“Artinya, virus ini sudah lama beredar di lingkungan kita tanpa menyebabkan lonjakan kasus yang fatal. Sejauh ini, tingkat fatalitas (fatality rate) Hantavirus yang ada di Indonesia sangat rendah, yakni di bawah satu persen, jauh berbeda dengan varian Andes yang sempat mewabah di MV Hondius,” pungkasnya.

Baca Juga  Fenomena Pemasangan Ring Jantung yang 'Belum Perlu', Ini Peringatan Keras Dirut BPJS Kesehatan

Pentingnya Kewaspadaan dan Pola Hidup Bersih

Meski risiko kematian tergolong rendah, Kemenkes tetap mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyakit yang utama. Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, sehingga menjaga kebersihan hunian dari sarang tikus menjadi kunci utama dalam memutus rantai potensi penularan di masa depan.

Dengan pulangnya pasien terakhir dari RSPI Sulianti Saroso, pemerintah memastikan bahwa situasi terkait isu MV Hondius telah terkendali sepenuhnya, dan sistem surveilans kesehatan Indonesia terbukti responsif dalam menangani ancaman penyakit menular dari luar negeri.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid