Kisah Tragis Rano di Gandamekar: Satu Keluarga Kehilangan 6 Rumah Sekaligus Akibat Kebakaran Gudang
Senin, 01 Jun 2026 00:04 WIB
Kabarmalam.com — Suasana Minggu sore di kawasan Gandamekar, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, yang seharusnya tenang seketika berubah menjadi mencekam. Amukan si jago merah yang bersumber dari sebuah gudang limbah lawon atau tekstil tidak hanya menghanguskan material industri, tetapi juga melalap permukiman padat penduduk di sekitarnya. Di balik kepulan asap hitam tersebut, terselip kisah memilukan dari seorang warga bernama Rano (33), yang harus menyaksikan rumah tinggal dan lima rumah milik anggota keluarganya rata dengan tanah.
Firasat Sejak Pagi yang Berujung Bencana
Bencana ini seolah memberikan tanda-tanda sejak awal. Rano menceritakan bahwa jauh sebelum api membesar pada sore hari, ia sudah mencium aroma tidak sedap seperti kabel yang terbakar. Kecurigaannya sempat membawa ia melakukan pengecekan ke arah gudang limbah yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari kediamannya.
“Dari pagi itu sudah tercium bau kabel bakar, bau sangit yang sangat menyengat. Saya sempat cek sendiri, tapi saat itu saya pikir tidak ada yang korslet,” kenang Rano dengan nada getir saat ditemui di lokasi kejadian. Namun, firasat tersebut ternyata menjadi awal dari musibah besar yang akan menghantam keluarganya.
Detik-Detik Api Melumat Permukiman Padat
Ketentraman warga pecah sekitar pukul 16.30 hingga 17.30 WIB ketika teriakan kebakaran menggema di seantero kampung. Api yang berasal dari gudang limbah tekstil tersebut dengan sangat cepat merambat akibat material yang mudah terbakar. Rano dan warga lainnya sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun upaya tersebut sia-sia karena kobaran api sudah terlalu besar dan sulit dikendalikan.
Dalam situasi panik, Rano hanya sempat menyelamatkan beberapa aset berharga, mulai dari kendaraan, dokumen-dokumen penting, hingga alat elektronik. Sayangnya, bangunan fisik rumahnya tidak bisa terselamatkan. Kecepatan api merambat membuat Rano hanya bisa pasrah melihat rumahnya dan rumah-rumah milik nenek, orang tua, serta saudaranya dilahap api.
Satu Keluarga Kehilangan Tempat Tinggal
Kerugian yang dialami keluarga Rano tergolong sangat besar. Tidak tanggung-tanggung, total ada enam rumah dalam satu ikatan keluarga yang hangus terbakar. “Rumah saya sendiri terkena di bagian dapur dan kamar mandi, bahkan atapnya sampai roboh. Yang paling menyedihkan, rumah nenek saya juga habis total. Total ada enam rumah kami dalam satu keluarga yang habis,” jelasnya.
Meski sebagian bangunan rumah Rano masih berdiri, kondisi di dalam rumah sudah tidak layak huni. Genangan air sisa pemadaman dan padamnya aliran listrik membuat malam itu terasa sangat dingin dan gelap bagi para korban rumah terbakar di Gandamekar.
Penanganan Darurat oleh Tim Pemadam Kebakaran
Pihak kepolisian setempat melalui Binmaspol Gandamekar, Aiptu Giri, mengonfirmasi bahwa setidaknya ada tujuh unit rumah warga yang terdampak cukup parah akibat insiden di Cikarang Barat ini. Segera setelah laporan diterima, tim pemadam kebakaran langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
“Kami mengerahkan sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api agar tidak merambat lebih luas ke area permukiman lainnya,” ujar Aiptu Giri. Ia juga memastikan bahwa hingga proses pendinginan selesai, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tragis ini.
Saat ini, para warga yang terdampak, termasuk keluarga Rano, sangat mengharapkan bantuan dan perhatian dari pihak terkait untuk memulai kembali hidup mereka dari puing-puing sisa limbah tekstil yang menjadi pemicu malapetaka tersebut.