Hari Lahir Pancasila: Menbud Fadli Zon Soroti Pentingnya ‘Mega Diversity’ sebagai Fondasi Persatuan Indonesia
Senin, 01 Jun 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum refleksi mendalam mengenai jati diri bangsa. Di tengah dinamika global yang kian kompleks, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan bahwa kekayaan keberagaman atau mega diversity yang dimiliki Indonesia bukanlah penghalang, melainkan justru menjadi elemen pemersatu yang paling kokoh bagi kedaulatan negara.
Upacara bendera yang berlangsung khidmat di Lapangan Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta ini mengusung tema besar ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’. Gelaran ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menunjukkan sinergi kuat antar-lembaga dalam menjaga nilai-nilai luhur Pancasila sebagai identitas nasional.
Pancasila sebagai Kompas di Tengah Badai Sejarah
Dalam orasinya, Fadli Zon mengingatkan kembali bahwa Pancasila lahir dari rahim kesadaran kolektif para pendiri bangsa yang memahami betul betapa beragamnya nusantara. Ia menegaskan bahwa dasar negara ini bukan sekadar naskah formal yang dibacakan saat upacara, melainkan pedoman hidup yang telah teruji dalam berbagai badai sejarah, mulai dari era kolonialisme, konflik ideologi, hingga ancaman geopolitik modern.
“Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa ketika Nusantara terpecah dan kepemimpinannya melemah, kekayaan negeri ini kerap menjadi incaran kekuatan asing. Di sinilah Pancasila hadir, bukan hanya sebagai dasar formal negara, tetapi sebagai perekat kebangsaan yang menjaga kedaulatan kita tetap utuh,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).
Merayakan Kekuatan Keberagaman Budaya
Lebih lanjut, Menbud menjelaskan bahwa secara geografis dan kultural, Indonesia memiliki profil unik yang bertumpu pada fondasi mega diversity. Karakter majemuk ini tercermin dalam sikap toleransi dan semangat gotong royong yang menjadi akar dari sila-sila Pancasila. Kebudayaan, menurutnya, adalah pilar yang menopang ketahanan nasional sekaligus menjadi wajah Indonesia di mata dunia.
Di bawah komando Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional melalui politik luar negeri bebas-aktif. Namun, penguatan ini harus diawali dari dalam negeri, yakni melalui pembangunan sumber daya manusia yang berakar pada nilai-nilai karakter Pancasila agar kemajuan bangsa dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sinergi Program Pemerintah dan Ketahanan Nasional
Fadli juga memaparkan sejumlah langkah konkret pemerintah dalam membangun fondasi nasional yang tangguh untuk menghadapi dinamika global. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan ekonomi kerakyatan, hilirisasi industri, serta pembangunan desa yang berkelanjutan.
Beberapa program prioritas yang disinggung antara lain adalah program Makan Bergizi Gratis, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, hingga penguatan Sekolah Rakyat. Semua inisiatif ini dijalankan sebagai bagian dari langkah besar untuk memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menutup pesannya, Fadli Zon berharap peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 ini mampu menyalakan kembali api semangat gotong royong. Ia mengajak publik untuk tidak sekadar menghafal Pancasila, tetapi mengamalkan nilainya dalam tindakan nyata. “Mari kita hadirkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, serta tetap berkepribadian dalam kebudayaan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dunia,” pungkasnya.