Ikuti Kami
kabarmalam.com

Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Bongkar Deretan Hasil Nyata Diplomasi Global Prabowo

Husnul | kabarmalam.com
Senin, 01 Jun 2026 22:04 WIB
Bukan Sekadar Seremonial, Seskab Teddy Bongkar Deretan Hasil Nyata Diplomasi Global Prabowo

Kabarmalam.com — Di tengah sorotan publik mengenai intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan mendalam untuk meluruskan persepsi yang berkembang. Teddy menegaskan bahwa setiap langkah diplomasi yang diambil di panggung internasional bukan sekadar ajang ‘gagah-gagahan’ atau seremonial belaka, melainkan upaya strategis yang membuahkan hasil nyata bagi stabilitas dan kemajuan Indonesia.

“Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan atau sekadar seremonial. Kita harus melihat secara objektif apa saja yang sudah berhasil dicapai dalam kurun waktu 1,5 tahun terakhir ini,” ungkap Teddy melalui pernyataan video di akun resmi Sekretariat Kabinet pada Senin (1/6/2026).

Langkah Strategis di BRICS dan Ketahanan Nasional

Salah satu pencapaian besar yang disoroti Teddy adalah keberhasilan Indonesia bergabung dalam aliansi BRICS. Langkah ini dianggap sebagai manuver cerdas untuk menjaga kepentingan nasional di tengah gejolak geopolitik global. Menurut Teddy, keanggotaan ini berdampak langsung pada stabilitas domestik, terutama dalam hal pasokan energi dan pangan.

Baca Juga  Strategi Besar Prabowo Genjot Ekonomi Biru: Ribuan Kampung Nelayan Siap Dibangun demi Kesejahteraan Rakyat

“Dalam situasi krisis dunia saat ini, kondisi negara kita tetap terjamin. Stok BBM aman, harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan, dan ketersediaan pangan bagi rakyat tetap terjaga dengan baik,” jelasnya.

Pecahkan Kebuntuan Negosiasi Uni Eropa Selama Belasan Tahun

Di sektor perdagangan, diplomasi aktif era Prabowo berhasil mencatatkan sejarah dengan penyelesaian kesepakatan dagang bersama Uni Eropa. Teddy mengungkapkan bahwa kesepakatan tarif 0% untuk berbagai produk unggulan Indonesia ini sebenarnya telah diperjuangkan selama belasan tahun, namun baru menemui titik terang di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo pada tahun 2025.

“Bayangkan, ada 25 negara di Uni Eropa yang kini membuka pintu dengan tarif nol persen. Ini adalah perjuangan panjang yang akhirnya terealisasi,” tambah Teddy.

Suntikan Investasi Ribuan Triliun Rupiah

Efek dari kepercayaan internasional terhadap Indonesia juga terlihat dari angka investasi yang masuk. Berdasarkan data BKPM, Indonesia berhasil menarik investasi senilai Rp2.430 triliun dalam 1,5 tahun terakhir. Tak berhenti di situ, kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan bulan lalu juga mengamankan komitmen investasi tambahan sebesar Rp575 triliun.

Baca Juga  Misteri Sapi Kurban Raksasa 1,1 Ton Berinisial 'TIW' di Sleman, Siapa Sosok Pengirimnya?

Di sisi lain, penguatan sektor pertahanan juga menjadi prioritas. Melalui kerja sama dengan negara-negara besar seperti Prancis, Amerika Serikat, Rusia, hingga China, Indonesia kini memiliki alutsista yang lebih tangguh dan disegani.

Inovasi Penyelenggaraan Haji dan Keberpihakan pada Palestina

Teddy juga memaparkan keberhasilan di sektor keagamaan, khususnya penyelenggaraan ibadah haji. Indonesia mencetak sejarah sebagai satu-satunya negara yang memiliki ‘Perkampungan Haji’ khusus di Arab Saudi. Hal ini terjadi setelah pemerintah Saudi melakukan penyesuaian regulasi demi mengakomodasi kebutuhan jemaah Indonesia.

Selain itu, komitmen terhadap kemanusiaan ditunjukkan secara nyata dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Bentuk dukungan tersebut meliputi:

  • Pengiriman bantuan logistik melalui metode air-drop yang memerlukan diplomasi udara tingkat tinggi.
  • Pengerahan kapal rumah sakit untuk bantuan medis.
  • Pemberian beasiswa pendidikan bagi sekitar 100 pemuda Palestina di berbagai universitas di Indonesia.
  • Keberhasilan memulangkan WNI yang sempat ditahan otoritas luar negeri melalui jalur diplomasi senyap.
Baca Juga  Tergiur Samsung Z Fold di Photobox, Wanita di Jakarta Pusat Diciduk Polisi Usai Videonya Viral

Diplomasi Berdasarkan Prioritas Nasional

Menutup penjelasannya, Teddy menegaskan bahwa setiap pertemuan Presiden dengan kepala negara lain telah diperhitungkan secara matang bersama Menteri Luar Negeri. Skala prioritas menjadi acuan utama untuk menentukan mana pertemuan yang harus dihadiri langsung, mana yang cukup melalui telepon, serta mana yang perlu dipublikasikan ke media.

“Para diplomat ulung pasti memahami dinamika ini. Jadi, rasanya kurang elok jika hal ini masih dipermasalahkan secara sinis. Pemerintah sangat terbuka terhadap kritik, namun jangan sampai kritik tersebut justru mengaburkan fakta dan pencapaian besar yang sudah diraih melalui diplomasi internasional kita,” tutup Teddy.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul