Benarkah Semprot Parfum di Leher Picu Kanker Tiroid? Simak Penjelasan Pakar Onkologi
Senin, 01 Jun 2026 10:34 WIB
Kabarmalam.com — Belakangan ini, sebuah narasi yang cukup meresahkan beredar luas di media sosial, memperingatkan masyarakat untuk tidak menyemprotkan parfum secara langsung ke area leher. Klaim tersebut menyebutkan bahwa kebiasaan aromatik ini bisa menjadi pemicu utama munculnya kanker tiroid. Namun, sebelum Anda merasa khawatir berlebihan, mari kita bedah kebenarannya dari sudut pandang medis profesional.
Menanggapi isu yang telanjur viral tersebut, pakar onkologi memberikan klarifikasi tegas untuk meredam kegaduhan. Dr. dr. Diani Kartini, Sp.B.Onk, seorang spesialis bedah subspesialis bedah onkologi, menyatakan bahwa informasi yang menghubungkan penggunaan parfum dengan keganasan tiroid adalah sebuah kekeliruan besar.
Fakta di Balik Mitos Parfum dan Kanker
“Menyemprotkan parfum ke daerah leher dikatakan menyebabkan kanker tiroid itu adalah sebuah hoaks,” tegas dr. Diani saat memberikan penjelasan klinisnya. Beliau meluruskan bahwa secara biologis, mekanisme terjadinya kanker tidak sesederhana itu.
Penyakit kanker tiroid sendiri muncul ketika sel-sel pada jaringan tiroid mengalami mutasi dan tumbuh secara tidak terkendali hingga membentuk tumor ganas. Meskipun dunia kedokteran terus melakukan riset, penyebab pasti mutasi sel tersebut belum diketahui secara absolut. Namun, para ahli telah memetakan daftar faktor risiko yang terbukti secara ilmiah, dan parfum sama sekali tidak masuk dalam daftar tersebut.
Faktor Risiko yang Sebenarnya
Menurut dr. Diani, pemicu utama yang selama ini diwaspadai dalam dunia medis terkait kanker tiroid adalah paparan radiasi tinggi, khususnya pada area kepala dan leher. Hal ini biasanya berkaitan dengan riwayat tindakan medis atau kondisi lingkungan tertentu, bukan produk perawatan tubuh harian.
- Paparan Radiasi: Riwayat pengobatan medis menggunakan radiasi pada masa kecil dapat meningkatkan risiko yang dampaknya baru terlihat 10 hingga 20 tahun kemudian.
- Riwayat Keluarga: Faktor genetik juga memainkan peran penting dalam beberapa kasus gangguan tiroid.
- Kondisi Lingkungan: Faktor lingkungan yang dimaksud adalah radiasi pengion (ionizing radiation), seperti yang ditemukan pada sisa-sisa kecelakaan nuklir atau radioterapi intensif.
Mengapa Parfum Aman untuk Kulit Leher?
Lebih lanjut, penjelasan medis ini diperkuat oleh data dari American Thyroid Association (ATA) dan International Agency for Research on Cancer (IARC). Berdasarkan standar global, zat kimia atau komponen wewangian (fragrance) yang terkandung dalam produk kosmetik legal tidak memiliki kemampuan karsinogenik untuk merusak kelenjar tiroid yang terletak jauh di dalam jaringan leher.
Cairan parfum yang disemprotkan ke permukaan kulit hanya berinteraksi pada lapisan epidermis dan tidak memiliki daya tembus yang dapat mengubah struktur sel tiroid menjadi ganas. Kecuali jika area kulit tersebut sudah memiliki kerusakan jaringan yang sangat parah akibat radiasi tinggi sebelumnya, penggunaan parfum harian tetap dianggap aman dalam koridor gaya hidup sehat.
Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dari media sosial dan selalu merujuk pada pendapat ahli atau sumber terpercaya agar tidak terjebak dalam rasa takut yang tidak berdasar.