Akses Blora Semakin Mulus, Proyek Strategis Jalan Randublatung-Cepu Resmi Masuk Tahap Lelang
Senin, 01 Jun 2026 17:04 WIB
Kabarmalam.com — Harapan masyarakat Kabupaten Blora untuk menikmati akses jalan yang lebih layak kini mulai menemui titik terang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara resmi mengumumkan bahwa proyek perbaikan Jalan Raya Randublatung-Cepu telah memasuki tahapan lelang, menandai dimulainya langkah konkret transformasi infrastruktur di wilayah tersebut.
Komitmen Anggaran dan Fokus Perbaikan
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,276 miliar untuk tahun anggaran 2026. Fokus utama pekerjaan ini menyasar titik-titik kerusakan berat, khususnya yang berlokasi di wilayah Desa Kediren, Kecamatan Randublatung.
“Sesuai instruksi dari Pak Gubernur, kami tidak hanya terpaku pada rencana awal. Desain teknis saat ini tengah dievaluasi kembali agar panjang ruas jalan yang diperbaiki bisa lebih optimal dan menjangkau area yang lebih luas,” ujar Henggar dalam pernyataan resminya.
Langkah Berkelanjutan untuk Infrastruktur Blora
Upaya pembenahan pembangunan infrastruktur di Blora bukanlah proyek semalam. Sebelumnya, pada tahun 2025, Pemprov Jateng telah sukses melakukan penanganan di ruas jalan Singget-Doplang-Cepu sepanjang 2,611 kilometer yang melintasi Desa Petak, Desa Dinding, dan Desa Betekan dengan kucuran dana mencapai Rp19,92 miliar.
Secara akumulatif, sepanjang periode 2025-2026, total anggaran jalan yang digelontorkan untuk Kabupaten Blora mencapai Rp45,86 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk memperbaiki jalan provinsi sepanjang 101,5 kilometer. Tak hanya mengandalkan APBD, Pemprov Jateng juga secara agresif mengusulkan bantuan melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Henggar menambahkan bahwa terdapat tiga ruas jalan strategis di Kabupaten Blora yang telah diajukan ke pemerintah pusat. Salah satunya adalah dukungan pendanaan sebesar Rp46,6 miliar untuk percepatan penanganan ruas Singget-Doplang-Cepu melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Instruksi Gubernur: Kualitas Adalah Harga Mati
Menanggapi dinamika di lapangan, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan penekanan keras kepada seluruh jajarannya untuk merespons cepat setiap keluhan masyarakat, terutama yang viral di media sosial. Baginya, suara warga adalah kompas bagi kebijakan pemerintah.
“Jangan bekerja asal-asalan. Setiap proyek harus dikerjakan secara profesional dan menjaga standar kualitas yang tinggi,” tegas Luthfi. Ia menginstruksikan agar ruas jalan dengan tingkat kerusakan paling parah menjadi prioritas utama untuk segera ditangani oleh dinas terkait.
Lebih lanjut, Gubernur meminta jajarannya untuk terus mengawal usulan bantuan dari pemerintah pusat maupun DPR RI. Langkah ini diambil guna memastikan percepatan pembangunan di Jawa Tengah tidak terhambat oleh keterbatasan anggaran daerah semata.
Pemprov Jateng pun menyampaikan apresiasi atas kritik serta masukan konstruktif dari warga. Kolaborasi antara pengawasan publik dan eksekusi pemerintah diharapkan mampu mewujudkan pelayanan publik yang prima, tidak hanya terbatas pada infrastruktur jalan, namun juga menyentuh sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial masyarakat secara luas.