Tragedi Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor: 5 Tewas dan 3 Warga Masih Hilang
Minggu, 31 Mei 2026 22:34 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah dentuman hebat yang berasal dari masa lampau kembali membawa duka di tanah Papua. Sebuah bom sisa perang peninggalan Perang Dunia II dilaporkan meledak secara tiba-tiba di Kabupaten Biak Numfor, mengakibatkan sedikitnya lima orang warga meninggal dunia dan kerusakan material yang cukup parah.
Insiden maut ini terjadi di sebuah kawasan pemukiman padat, tepat di bawah bangunan rumah panggung milik warga. Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, mengonfirmasi bahwa ledakan tersebut terjadi begitu mendadak tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. Suara ledakan yang sangat menggelegar seketika memicu kepanikan luar biasa di tengah masyarakat yang sedang beraktivitas.
“Berdasarkan data awal yang kami himpun dari lokasi kejadian, titik ledakan terdeteksi berada di area bawah salah satu rumah panggung milik penduduk,” ujar Kombes Cahyo saat memberikan keterangan resmi. Beliau menambahkan bahwa warga sekitar langsung berhamburan memberikan pertolongan pertama sesaat setelah debu dan puing akibat ledakan bom mulai mereda.
Upaya Evakuasi dan Pencarian Korban Hilang
Hingga laporan ini disusun, tim gabungan telah berhasil mengevakuasi lima jenazah korban. Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi medan yang hancur. Dari lima korban tersebut, tiga jenazah telah dilarikan ke RSUD Biak, sementara satu jenazah lainnya kini berada di RSAL Biak untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Namun, duka belum berakhir. Tim SAR dan aparat keamanan masih berpacu dengan waktu untuk mencari tiga warga lainnya yang dilaporkan hilang. “Kami masih melakukan penyisiran intensif di sekitar radius lokasi kejadian. Tim gabungan terus berupaya maksimal untuk menemukan tiga korban yang hingga kini statusnya masih dalam pencarian,” tegas Cahyo.
Dampak Kerusakan dan Asesmen Lanjutan
Dahsyatnya kekuatan bom peninggalan Perang Dunia II ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga meluluhlantakkan infrastruktur warga. Hasil asesmen sementara menunjukkan sedikitnya enam unit rumah warga mengalami kerusakan berat (RB), dengan struktur bangunan yang tidak lagi memungkinkan untuk ditempati.
Pihak kepolisian saat ini telah mengamankan lokasi guna menghindari adanya potensi ledakan susulan atau gangguan lainnya. Investigasi mendalam sedang dilakukan untuk memahami bagaimana proyektil mematikan tersebut bisa terpicu di bawah hunian warga. Lokasi Biak Numfor sendiri secara historis memang dikenal sebagai salah satu palagan tempur besar pada masa perang Pasifik, sehingga keberadaan artefak perang yang masih aktif bukanlah hal yang mustahil ditemukan.
“Kami menyampaikan rasa belasungkawa yang paling dalam kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan. Saat ini, prioritas utama kami adalah penanganan medis bagi korban selamat, kelancaran proses evakuasi, serta memastikan area sekitar benar-benar aman bagi masyarakat,” pungkas Kombes Cahyo.