Antisipasi Jalan Amblas, Dinas SDA DKI Jakarta Mulai Petakan Kembali Saluran Air Lawas yang Terlupakan
Sabtu, 30 Mei 2026 18:04 WIB
Kabarmalam.com — Fenomena jalan amblas yang terjadi secara tiba-tiba di jantung Ibukota menjadi alarm keras bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menanggapi ancaman infrastruktur tersebut, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta kini mengambil langkah proaktif dengan melakukan inventarisasi dan pendataan ulang terhadap seluruh saluran air lama yang tersebar di wilayah Jakarta.
Keputusan besar ini dipicu oleh insiden amblasnya Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang menyita perhatian publik beberapa waktu lalu. Berdasarkan investigasi awal, ambruknya permukaan aspal di kawasan tersebut diduga kuat berkaitan erat dengan eksistensi saluran air kuno atau gorong-gorong lama yang tersembunyi di bawah jalan, yang kondisinya mungkin sudah tidak lagi mampu menopang beban di atasnya.
Menelusuri Jejak Drainase di Tengah Perubahan Tata Kota
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin, mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam mengelola sistem drainase di Jakarta adalah pesatnya perubahan tata guna lahan selama berpuluh-puluh tahun. Hal ini membuat peta saluran air yang ada di bawah tanah perlu diverifikasi kembali keakuratannya.
“Kami akan melakukan inventarisasi dan mendata kembali seluruh saluran di wilayah DKI Jakarta. Langkah ini krusial karena adanya perubahan tata guna lahan yang masif selama bertahun-tahun, yang secara langsung memengaruhi sistem drainase kita,” ujar Ika saat memberikan keterangan resmi, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, penelusuran kembali saluran-saluran lama ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan upaya mitigasi bencana agar insiden serupa seperti di Lenteng Agung tidak terulang di titik lain yang mungkin memiliki risiko serupa namun belum terdeteksi.
Faktor Cuaca Ekstrem dan Pemeliharaan Rutin
Selain faktor perubahan struktur lahan, Ika juga menyoroti pola cuaca yang kian ekstrem. Intensitas hujan yang semakin tinggi memberikan tekanan luar biasa pada sistem pembuangan air di Ibukota. Evaluasi terhadap saluran lama menjadi prioritas agar daya tampung dan aliran air tetap optimal di tengah perubahan iklim global.
Meski pendataan ulang sedang digalakkan, Ika memastikan bahwa operasional pemeliharaan harian tetap berjalan normal. Pasukan Biru, sebagai ujung tombak di lapangan, terus melakukan pengurasan rutin untuk memastikan tidak ada sumbatan pada aliran air.
“Saluran-saluran yang ada tetap kami pelihara dengan intensitas tinggi melalui pengurasan berkala oleh teman-teman pasukan biru,” tambahnya meyakinkan masyarakat.
Investigasi di Lapangan
Sebelum jalan di Lenteng Agung dinyatakan amblas sepenuhnya, pihak berwenang sebenarnya telah mencium adanya kejanggalan. Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa pihaknya melalui Satuan Pelaksana (Satpel) SDA Kecamatan Jagakarsa sempat melakukan survei lapangan sesaat sebelum kejadian.
“Tim kami telah melakukan pemantauan di lokasi sejak Kamis (28/5). Memang ditemukan adanya saluran air penghubung (PHB) atau gorong-gorong lama di titik amblas tersebut yang memerlukan penanganan khusus,” jelas Santo.
Melalui langkah pendataan menyeluruh ini, Pemerintah DKI berharap dapat memiliki data infrastruktur bawah tanah yang lebih komprehensif, sehingga keamanan pengguna jalan dapat lebih terjamin dan sistem drainase kota dapat berfungsi maksimal dalam menghadapi tantangan masa depan.