Menyisir Sudut Jakarta Barat, Brimob Polda Metro Jaya Ciduk Dua Pemuda Pembawa Narkoba
Kamis, 28 Mei 2026 13:33 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah kesunyian dini hari yang menyelimuti kawasan Jakarta Barat, tim Satuan Brimob Polda Metro Jaya terus bersiaga menjaga kondusivitas wilayah melalui aksi nyata di lapangan. Dalam rangkaian patroli rayonisasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang digelar pada Kamis (28/5/2026), petugas berhasil mengamankan dua orang pemuda yang kedapatan membawa barang haram diduga narkotika.
Langkah preventif ini dilakukan untuk mengantisipasi berbagai tindak kriminalitas jalanan yang kerap meresahkan warga, mulai dari aksi pencurian, tawuran antar kelompok, hingga peredaran gelap penyalahgunaan narkoba di titik-titik rawan. Di bawah komando Brigadir Alvien Rottama, tim menyisir jalanan mulai dari kawasan Grogol Petamburan hingga memasuki gang-gang sempit di wilayah Tambora.
Kronologi Penangkapan di Duri Utara
Ketegangan sempat mewarnai jalannya patroli keamanan saat petugas melintasi kawasan Duri Utara, Tambora. Di sana, personel Brimob mencurigai gerak-gerik dua pemuda yang tampak gugup saat melihat kedatangan petugas. Benar saja, saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti yang menguatkan dugaan keterlibatan mereka dengan narkoba.
Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, mengonfirmasi insiden tersebut. “Saat personel kami melakukan penyisiran di Duri Utara, ditemukan dua orang dengan perilaku mencurigakan. Setelah diperiksa, keduanya langsung kami amankan,” ungkap Henik dalam keterangan resminya.
Guna penyelidikan lebih mendalam, kedua pelaku beserta barang bukti langsung diserahkan ke Unit Reserse Narkoba Polsek Tambora. Setelah memastikan proses serah terima tuntas, pasukan elit Brimob Polri ini kembali melanjutkan penyisiran ke sejumlah ruas jalan utama lainnya guna menjamin stabilitas keamanan hingga fajar menyingsing.
Dialog Humanis dan Ajakan Sinergi
Tak sekadar berpatroli, personel di lapangan juga mengedepankan pendekatan humanis dengan menyambangi pos-pos siskamling. Berdialog dengan warga menjadi cara efektif untuk menyerap aspirasi sekaligus memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang masih beraktivitas di malam hari.
Kombes Henik menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat adalah harga mati untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas. Ia juga mengimbau agar warga tidak ragu bertindak proaktif dalam menjaga lingkungannya.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian. Jika melihat hal mencurigakan atau potensi gangguan keamanan, segera lapor melalui layanan call center Polri 110. Sinergi antara warga dan kepolisian adalah kunci utama Jakarta yang aman,” pungkasnya.