Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tensi Semenanjung Memanas: Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Kuning

Husnul | kabarmalam.com
Selasa, 26 Mei 2026 15:04 WIB
Tensi Semenanjung Memanas: Korea Utara Kembali Luncurkan Rudal Balistik ke Laut Kuning

Kabarmalam.com — Situasi di kawasan Semenanjung Korea kembali berada di titik didih setelah rezim Pyongyang dilaporkan meluncurkan serangkaian proyektil mematikan ke arah perairan Laut Kuning pada Selasa (26/5). Aksi provokatif ini menambah daftar panjang uji coba persenjataan yang dilakukan oleh Korea Utara di tengah meningkatnya isolasi diplomatik negara tersebut.

Detail Peluncuran dan Jangkauan Rudal

Berdasarkan laporan yang dihimpun tim redaksi dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, peluncuran tersebut terdeteksi sekitar pukul 13.00 waktu setempat (04.00 GMT). Proyektil yang di antaranya merupakan rudal balistik jarak pendek itu meluncur deras dari kawasan Chongju menuju perairan yang memisahkan Semenanjung Korea dengan daratan China.

Baca Juga  Baleg DPR Tancap Gas: RUU Satu Data Indonesia dan Pengelolaan Air Minum Jadi Prioritas Utama

Militer Seoul mengungkapkan bahwa proyektil-proyektil tersebut menempuh jarak sekitar 80 kilometer (50 mil) sebelum jatuh ke laut. Saat ini, otoritas keamanan sedang melakukan analisis mendalam terkait spesifikasi teknis dan jangkauan terbang hulu ledak tersebut. Sebagai langkah antisipatif, militer Korea Selatan kini telah meningkatkan pengawasan dan kewaspadaan guna menghadapi kemungkinan peluncuran susulan dari pihak Utara.

Provokasi di Tengah Kebuntuan Diplomatik

Uji coba kali ini menandai kembalinya aktivitas militer Pyongyang setelah sempat mereda selama 37 hari terakhir. Ini merupakan kali kedelapan sepanjang tahun ini Kim Jong Un memamerkan kekuatan militernya ke mata dunia. Para pengamat internasional menilai bahwa Pyongyang sengaja memanfaatkan celah dari terkikisnya norma-norma global untuk mempertegas status mereka sebagai negara berkekuatan nuklir yang tidak bisa diremehkan.

Baca Juga  Alarm Keamanan Global: IAEA Soroti Lonjakan Pesat Produksi Senjata Nuklir Korea Utara

Ketegangan ini diperparah dengan sikap keras Korea Utara yang secara terang-terangan menolak upaya rekonsiliasi dan melabeli Seoul sebagai “musuh nomor satu”. Perubahan konstitusi di Pyongyang yang secara resmi menghapus target reunifikasi damai menjadi sinyal kuat bahwa konflik Korea telah memasuki fase baru yang jauh lebih dingin dan berbahaya.

Respons Global dan Kedekatan dengan Aliansi Strategis

Menanggapi ancaman yang terus meningkat, Korea Selatan bersama Amerika Serikat dan Jepang terus mempererat koordinasi intelijen mereka. Ketiga negara sekutu tersebut menyatakan tetap dalam kondisi “siaga penuh” untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan Asia Timur. Di sisi lain, dinamika politik kawasan juga diwarnai dengan kabar rencana kunjungan diplomatik penting dari sekutu lama mereka.

Baca Juga  Skandal Chromebook: Membedah Alasan Nadiem Makarim Terjerat 'White Collar Crime' dan Tuntutan 18 Tahun Penjara

Kantor berita Yonhap sempat melaporkan adanya kemungkinan kunjungan Presiden China, Xi Jinping, ke Pyongyang dalam waktu dekat. Meskipun belakangan ini militer Korea Utara terlihat semakin mesra dengan Rusia, China tetap memegang peranan krusial sebagai penyokong ekonomi dan politik utama bagi negara yang terisolasi tersebut. Uji coba rudal terbaru ini pun dipandang sebagai langkah strategis Pyongyang untuk memperkuat posisi tawarnya di hadapan para sekutu maupun lawan politiknya di kancah internasional.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul