Rakernis 2026: Strategi Progresif Humas Polda Bali dalam Mengawal Asta Cita dan Stabilitas Digital
Selasa, 26 Mei 2026 16:34 WIB
Kabarmalam.com — Menghadapi dinamika global yang kian akseleratif, Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Bali mengambil langkah strategis dengan menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) untuk Tahun Anggaran 2026. Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah manifestasi komitmen jajaran kepolisian dalam menyelaraskan visi dan memperkuat benteng komunikasi publik di tengah gempuran era digital.
Bertempat di Gedung Presisi Mapolda Bali pada Selasa (26/5/2026), kegiatan ini dihadiri oleh para Kasi Humas Polres dan Polresta dari seluruh pelosok Pulau Dewata. Tak ketinggalan, para personel yang mengemban fungsi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) dari berbagai satuan kerja juga turut hadir guna menyamakan langkah dalam menghadapi tantangan komunikasi masa depan.
Humas Sebagai Ujung Tombak Operasional
Dalam arahannya, Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy menekankan bahwa paradigma lama mengenai fungsi kehumasan telah bergeser secara signifikan. Kini, Humas bukan lagi sekadar elemen pendukung di belakang layar, melainkan telah bertransformasi menjadi fungsi utama operasional Polri. Di tengah fenomena kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan tsunami informasi yang tak terbendung, Humas dituntut untuk bekerja lebih lincah, responsif, dan tetap humanis.
“Manajemen media yang optimal serta komunikasi publik yang transparan adalah kunci utama. Kita harus mampu menyajikan informasi yang mengedukasi sekaligus menyejukkan, sehingga potensi gangguan kamtibmas di ruang siber dapat kita kanalisasi sebelum berdampak luas di dunia nyata,” tegas Ariasandy saat membuka forum tersebut.
Menyukseskan Agenda Nasional Asta Cita
Lebih dari sekadar menjaga citra institusi, Rakernis ini menjadi fondasi penting bagi Polda Bali untuk menyelaraskan rencana kerja kepolisian dengan kebijakan strategis pemerintah pusat. Fokus utama diarahkan pada pengawalan Program Asta Cita Presiden, terutama dalam menjamin stabilitas keamanan yang menjadi syarat mutlak bagi keberlanjutan ketahanan pangan, kemandirian energi, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas internal, para peserta juga dibekali dengan berbagai pelatihan teknis yang mendalam. Mulai dari simulasi manajemen krisis media hingga strategi membangun kemitraan yang solid dan strategis dengan rekan-rekan jurnalis serta awak media di Bali. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat, akurat, dan tepercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.