Waspada Stroke Usia Muda: Riset Ungkap Kaitan Erat dengan Golongan Darah Tertentu
Senin, 25 Mei 2026 10:34 WIB
Kabarmalam.com — Selama ini, gaya hidup seringkali dituding sebagai biang keladi tunggal munculnya stroke di usia produktif. Namun, sebuah temuan medis terbaru membuka tabir lain yang tak kalah mengejutkan: faktor genetika berupa golongan darah ternyata menyimpan rahasia tentang risiko kesehatan masa depan kita, terutama terkait ancaman stroke di usia dini.
Sebuah studi komprehensif yang dipublikasikan dalam jurnal Neurology menyoroti fenomena stroke usia muda yang kian mengkhawatirkan. Riset ini mengindikasikan bahwa individu dengan golongan darah A memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami penyumbatan pembuluh darah otak bahkan sebelum mereka menginjak usia 60 tahun.
Analisis Mendalam: Kaitan Genetik dan Ancaman Stroke
Para ilmuwan dari University of Maryland School of Medicine melakukan meta-analisis terhadap 48 studi genetika yang mencakup sekitar 17.000 pasien stroke dan hampir 600.000 subjek kontrol. Fokus utama mereka adalah peserta dalam rentang usia 18 hingga 59 tahun. Hasilnya menunjukkan adanya korelasi kuat antara variasi genetik pada subgolongan darah A1 dengan insiden stroke dini.
Dr. Steven Kittner, seorang ahli neurologi vaskular yang menjadi penulis senior dalam studi ini, mengungkapkan keprihatinannya terhadap tren peningkatan gejala stroke di kalangan generasi muda. Menurutnya, dampak stroke pada usia produktif jauh lebih destruktif karena penyintas harus menghadapi potensi kecacatan selama berpuluh-puluh tahun ke depan.
Angka di Balik Golongan Darah: Siapa yang Paling Berisiko?
Berdasarkan data yang dihimpun, mereka yang memiliki golongan darah A menghadapi risiko 16 persen lebih tinggi untuk terkena stroke sebelum usia senja jika dibandingkan dengan golongan darah lainnya. Di sisi lain, pemilik golongan darah O tampaknya bisa sedikit bernapas lega, karena studi mencatat risiko mereka justru 12 persen lebih rendah dari rata-rata.
Lantas, mengapa hal ini bisa terjadi? Meskipun mekanisme pastinya masih dalam tahap penelitian lebih lanjut, para ahli menduga fenomena ini berkaitan erat dengan faktor pembekuan darah. Komposisi protein, trombosit, dan sel-sel yang melapisi pembuluh darah pada pemilik golongan darah A disinyalir lebih reaktif dalam memicu terbentuknya gumpalan yang menyumbat aliran darah ke otak.
Perbedaan Mekanisme: Stroke Muda vs Stroke Lansia
Menariknya, penelitian ini juga menggarisbawahi perbedaan fundamental antara stroke yang menyerang anak muda dan lansia. Pada usia lanjut, stroke biasanya dipicu oleh aterosklerosis atau penumpukan plak lemak di arteri. Namun, pada kelompok usia di bawah 60 tahun, mekanisme pembentukan bekuan darah (trombosis) memegang peranan yang jauh lebih dominan.
Selain tipe A, pemilik golongan darah B juga mendapatkan catatan khusus dengan kenaikan risiko sekitar 11 persen. Fenomena genetik ini juga sering dikaitkan dengan risiko masalah kardiovaskular lain seperti penyakit jantung dan gangguan aliran darah vena.
Kendati demikian, Mark Gladwin, seorang ilmuwan medis terkemuka, menekankan agar masyarakat tetap tenang. Walaupun risiko pada golongan darah A meningkat 16 persen, angka tersebut dianggap relatif kecil dibandingkan dengan faktor risiko yang bisa dikendalikan seperti hipertensi dan kebiasaan merokok. Pengetahuan ini diharapkan menjadi alarm bagi dunia medis untuk lebih waspada dalam memetakan profil risiko pasien secara personal sejak dini.