Plak Robek: Ancaman Senyap di Balik Serangan Jantung Mendadak Saat Olahraga
Selasa, 21 Apr 2026 09:36 WIB
Kabarmalam.com — Olahraga yang seharusnya menjadi jalan menuju hidup sehat justru berubah menjadi momen mencekam bagi Marcel Judodihardjo. Pria berusia 37 tahun asal Jakarta Barat ini harus berhadapan dengan kondisi kritis akibat serangan jantung yang datang secara tiba-tiba saat ia tengah asyik bermain padel. Kisah Marcel menjadi alarm keras bagi masyarakat mengenai pentingnya memahami kesehatan pembuluh darah sejak dini.
Momen tersebut terjadi bukan saat Marcel sedang melakukan gerakan intens atau lari kencang. Justru, gejala mulai terasa ketika ia sedang mengambil jeda istirahat. Dalam sebuah dokumentasi yang dibagikannya, Marcel menceritakan bagaimana tubuhnya memberikan sinyal darurat secara mendadak. Jantungnya berdegup sangat kencang, wajahnya berubah pucat pasi, dan keringat dingin bercucuran deras.
“Yang paling terasa adalah dada seperti tertekan dan napas tidak bisa panjang. Saat itu, anehnya saya tidak merasakan nyeri sama sekali,” ungkap Marcel menggambarkan situasi genting yang dialaminya. Tanpa membuang waktu, ia segera dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan pertolongan medis sebelum kondisinya semakin memburuk.
Mengenal Fenomena Plak Robek
Setelah melalui serangkaian pemeriksaan intensif di rumah sakit, tim dokter menemukan fakta mengejutkan: terjadi robekan pada plak di jantung Marcel. Fenomena inilah yang dalam dunia medis dikenal sebagai pemicu utama serangan jantung mendadak pada individu yang tampak sehat secara fisik.
Marcel menjelaskan berdasarkan edukasi medis yang diterimanya bahwa plak di pembuluh darah tidak selalu harus tebal atau mengeras untuk menjadi berbahaya. Ada jenis plak yang bersifat tidak stabil. Plak jenis ini bisa robek kapan saja dan memicu terbentuknya penggumpalan darah secara masif di area tersebut.
Pakar kesehatan jantung, dr. Vito Damay, SpJP(K), menjelaskan bahwa plak merupakan tumpukan lemak, kolesterol, dan sel peradangan yang menempel di dinding pembuluh darah. Ia mengibaratkan pembuluh darah seperti pipa air, di mana plak berfungsi sebagai kerak di dalamnya. Bahayanya muncul ketika ‘lapisan penutup’ pada kerak tersebut pecah.
“Ketika lapisan ini robek, isinya akan keluar ke aliran darah. Tubuh manusia secara alami akan menganggap hal ini sebagai luka terbuka dan segera membentuk bekuan darah untuk menyumbatnya. Namun, bekuan inilah yang justru menyumbat aliran oksigen ke jantung secara total, mengakibatkan otot jantung mengalami kematian sel,” jelas dr. Vito.
Mengapa Terjadi Saat Berolahraga?
Banyak yang bertanya-tanya mengapa kondisi ini sering kali terjadi saat seseorang sedang melakukan aktivitas fisik seperti bermain padel. Menurut analisis medis, aktivitas fisik yang berat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Aliran darah yang bergerak lebih cepat dan kuat ini dapat memberikan tekanan mekanik pada plak yang sudah rapuh, hingga akhirnya membuatnya pecah.
Oleh karena itu, bukan olahraganya yang menjadi penyebab masalah, melainkan kondisi pembuluh darah yang memang sudah bermasalah sebelumnya namun tidak terdeteksi karena kurangnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Risiko ini akan semakin meningkat jika seseorang memiliki faktor gaya hidup tertentu, seperti:
- Kebiasaan merokok yang merusak dinding pembuluh darah.
- Kadar kolesterol tinggi yang mempercepat pembentukan plak.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi) yang membebani kerja jantung.
- Kondisi diabetes dan obesitas yang memperburuk peradangan dalam tubuh.
Kejadian yang menimpa Marcel menjadi pelajaran berharga bahwa gejala jantung tidak selalu berupa nyeri dada yang hebat. Kewaspadaan terhadap sinyal tubuh, rutin melakukan medical check-up, serta menjaga pola hidup sehat adalah kunci utama untuk menghindari ancaman ‘bom waktu’ bernama plak robek ini.