Ikuti Kami
kabarmalam.com

Perut Membesar Dikira Lemak, Wanita Asal Bekasi Ini Syok Temukan Kista Ovarium 29 Cm di Tubuhnya

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 14 Jun 2026 15:04 WIB
Perut Membesar Dikira Lemak, Wanita Asal Bekasi Ini Syok Temukan Kista Ovarium 29 Cm di Tubuhnya

Kabarmalam.com — Fenomena kesehatan yang mengejutkan kembali menjadi perbincangan hangat di jagat maya, menyadarkan kita betapa pentingnya mendengarkan sinyal-sinyal kecil dari tubuh sendiri. Seorang wanita muda asal Bekasi, Siti Zahro (23), membagikan kisah perjuangannya melawan kondisi medis yang tak terduga. Apa yang awalnya ia anggap sebagai tumpukan lemak biasa di area perut, ternyata merupakan sebuah kista ovarium berukuran raksasa yang bersarang di rahimnya.

Siti menceritakan bahwa kecurigaannya bermula saat perut bagian bawahnya terus membuncit dan terasa semakin berat. Namun, karena teksturnya yang masih lembek, ia sempat mengabaikannya dan menganggap hal itu hanyalah akibat kenaikan berat badan. “Awalnya aku pikir cuma lemak biasa. Soalnya perut aku memang sudah agak buncit dari tahun sebelumnya, tapi cuma di bagian bawah,” ungkap Siti mengenang masa-masa awal sebelum diagnosis.

Gejala yang Sering Terabaikan: Nyeri Punggung dan Perut

Sebelum diagnosis medis dijatuhkan, Siti sebenarnya sudah merasakan serangkaian keluhan fisik. Ia kerap mengalami sakit perut di sisi kanan yang datang secara periodik. Tak hanya itu, rasa pegal yang luar biasa pada area pinggang dan punggung belakang sering kali mengganggu produktivitasnya sehari-hari.

Baca Juga  Terjebak Lingkaran Overwork: Kisah Pekerja yang Kehabisan Energi dan Terancam Kesehatan Mentalnya

Sayangnya, seperti kebanyakan orang pada umumnya, Siti sempat menganggap remeh gejala tersebut. Ia menduga rasa nyeri itu hanyalah efek samping dari kelelahan akibat rutinitas pekerjaan yang padat. Kelalaian dalam melakukan deteksi dini ini membuat kista di dalam tubuhnya terus berkembang tanpa disadari.

Pola Makan dan Gaya Hidup yang Menjadi Sorotan

Dalam narasi yang ia bagikan, Siti juga menyoroti gaya hidupnya yang kurang seimbang. Kegemarannya mengonsumsi makanan pedas dan asin seperti bakso dan seblak menjadi rutinitas harian. Ironisnya, ia justru jarang mengonsumsi nasi, terkadang hanya sekali dalam sehari. “Pagi biasanya makan bakso, siang baru makan nasi. Pulang kerja selalu beli seblak, terus malam suka ngemil yang pedas-pedas,” tuturnya.

Baca Juga  Waspada Gaya Hidup 'Kekinian' Picu Kista Ovarium di Usia Muda, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

Selain pola makan buruk, kebiasaan menahan buang air kecil karena kesibukan juga menjadi catatan tersendiri. Meski secara medis belum ada bukti kuat bahwa makanan pedas atau menahan pipis secara langsung memicu kista, namun para ahli medis sering kali menekankan bahwa gaya hidup yang tidak sehat dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh.

Momen Titik Balik Saat Stres Melanda

Kondisi fisik Siti memburuk secara signifikan ketika ia mengalami tekanan psikis atau stres berat. Pada momen tersebut, perutnya terasa membengkak dengan sangat cepat dan terasa sangat membebani tubuhnya. Hal inilah yang akhirnya mendorong Siti untuk memberanikan diri melakukan pemeriksaan ke rumah sakit pada Maret 2026.

Hasil pemeriksaan USG transvaginal bak petir di siang bolong; ditemukan massa kista berdiameter 29 sentimeter. Ketajaman diagnosa diperkuat dengan hasil MRI pada April yang menunjukkan ukuran kista mencapai 23 x 29 sentimeter, sebuah ukuran yang sangat fantastis sekaligus berbahaya bagi organ dalam lainnya. Dokter segera merekomendasikan tindakan operasi pembedahan untuk mengangkat massa tersebut sebelum terjadi komplikasi yang lebih fatal.

Baca Juga  Waspada Kemarau 2026: BMKG Beri Peringatan Dini, Wilayah Ini Bakal 'Gersang' Lebih Awal

Pentingnya Menjaga Keseimbangan Hormon

Berdasarkan penjelasan tim medis yang menangani Siti, pertumbuhan kista ovarium ini sangat dipengaruhi oleh faktor hormonal. Kista sendiri merupakan kantung berisi cairan yang bisa tumbuh di permukaan atau di dalam ovarium. Meskipun banyak kista bersifat jinak dan bisa menghilang dengan sendirinya, kasus yang dialami Siti menunjukkan bahwa kista juga bisa tumbuh agresif hingga memenuhi rongga perut.

Kisah ini menjadi pengingat keras bagi para wanita untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi. Jangan pernah meremehkan perubahan bentuk tubuh, terutama di area perut, serta waspadai gejala seperti nyeri panggul yang kronis atau rasa cepat kenyang yang tidak wajar. Kesehatan wanita adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh dikompromikan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid