Langkah Tegas BGN: Cegah Risiko Keracunan Lewat Pengawasan Digital Program Makan Bergizi Gratis
Senin, 25 Mei 2026 03:04 WIB
Kabarmalam.com — Keamanan pangan menjadi aspek yang tidak bisa ditawar dalam pelaksanaan program strategis nasional. Menyadari hal tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi memperketat sistem pemantauan kualitas hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pendekatan teknologi, kini kualitas asupan para penerima manfaat dapat dipantau secara langsung atau real-time guna mengantisipasi segala risiko, termasuk ancaman keracunan makanan.
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengungkapkan bahwa langkah preventif ini dilakukan melalui aplikasi khusus bertajuk “Reviu Menu MBG”. Inovasi digital ini dirancang untuk melibatkan partisipasi aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas makanan yang didistribusikan kepada kelompok sasaran.
Partisipasi Aktif Penerima Manfaat
Sony menegaskan bahwa keterlibatan publik sangat krusial agar setiap mitra dan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tanggung jawab moral serta profesional yang lebih tinggi. “Aplikasi ini kami kembangkan agar penerima manfaat ikut serta dalam pengawasan. Ini adalah bentuk transparansi agar distribusi makanan benar-benar terjaga mutunya secara konsisten,” ujar Sony dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Sistem ini juga menjadi respons preventif atas beberapa insiden yang sempat menjadi perhatian publik, seperti adanya laporan dugaan keracunan makanan di beberapa daerah. Dengan adanya kanal laporan langsung, BGN berharap celah kelalaian dalam proses penyajian dapat ditekan hingga titik terendah.
Mekanisme Pelaporan yang Terukur
Lantas, bagaimana sistem ini bekerja di lapangan? Pengawasan dipercayakan kepada Person In Charge (PIC) di setiap titik distribusi, mulai dari guru sekolah yang telah ditunjuk hingga Kepala Posyandu (Kaposyandu). Begitu paket MBG tiba, mereka dapat langsung memberikan penilaian objektif melalui aplikasi berdasarkan beberapa indikator utama:
- Ketepatan Waktu: Memastikan makanan sampai sebelum jam makan agar tetap segar.
- Kualitas Sensorik: Menilai aroma dan tampilan fisik makanan apakah masih layak atau sudah mengalami penurunan mutu.
- Cita Rasa: Menjamin rasa makanan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak maupun balita.
- Variasi Menu: Memastikan keseimbangan gizi dan keberagaman jenis makanan yang disajikan.
Transparansi Data Dashboard
Berdasarkan pantauan data terbaru pada dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu (23/5/2026) malam, sistem telah menghimpun sebanyak 1.707 laporan dari berbagai wilayah di Indonesia. Hasilnya menunjukkan performa yang cukup solid, di mana sekitar 99,88 persen atau 1.705 laporan menyatakan bahwa sajian dalam kondisi sangat layak untuk dikonsumsi.
Dari sisi logistik, tingkat ketepatan waktu distribusi menyentuh angka 97,95 persen. Sementara itu, aspek sensorik seperti aroma dan tampilan menu masing-masing mencatatkan angka kelayakan di atas 99 persen. Capaian ini menjadi indikator awal bahwa standar operasional prosedur yang ditetapkan BGN mulai berjalan sesuai rencana.
Melalui integrasi teknologi dan pengawasan berbasis masyarakat, program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya sekadar memberi makan, tetapi juga menjamin keamanan dan kualitas gizi demi masa depan generasi bangsa yang lebih sehat.