Strategi Andre Rosiade Dorong Layanan Haji Indonesia Naik Kelas: Dari Grade D Menuju C-Plus
Minggu, 24 Mei 2026 23:34 WIB
Kabarmalam.com — Angin perubahan mulai berembus kencang dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji Indonesia. Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Andre Rosiade, melontarkan gagasan progresif untuk mengerek standar pelayanan jemaah dari kategori D menjadi C-Plus. Usulan ini bukan sekadar wacana, melainkan hasil observasi mendalam atas dinamika di lapangan yang menunjukkan tren positif.
Visi besar ini disampaikan Andre di tengah suasana khidmat rapat kerja persiapan puncak haji yang mempertemukan Timwas DPR RI dengan Amirul Hajj di Al-Qimmah Hall, Makkah, pada Minggu (24/5/2026). Politikus kawakan Partai Gerindra ini meyakini bahwa di bawah komando Presiden Prabowo Subianto melalui pembentukan Kementerian Haji dan Umrah, lompatan kualitas ini sangat mungkin untuk diwujudkan sebagai warisan bagi bangsa.
Apresiasi Atas Transformasi Nyata
Sebelum masuk ke inti usulannya, Andre memberikan apresiasi tinggi terhadap performa layanan haji tahun ini yang dianggap jauh melampaui capaian tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, koordinasi yang lebih ramping dan fokus pasca-pembentukan kementerian baru telah memberikan dampak instan yang dirasakan langsung oleh para tamu Allah.
“Secara keseluruhan, sejak fase keberangkatan hingga hari ini, kami melihat pelayanan sudah jauh lebih baik. Ini adalah poin penting yang harus kita beri apresiasi. Alhamdulillah, jemaah kita terlayani dengan sangat layak,” ungkap Andre dengan nada optimis.
Salah satu pencapaian yang paling disorot adalah fasilitas penginapan. Di Madinah, terdapat sekitar 8.507 jemaah haji reguler yang mendapatkan kesempatan mencicipi kemewahan hotel bintang 5 dengan jarak tempuh hanya sekitar 700 meter ke Masjid Nabawi. Tak hanya soal hunian, efisiensi juga terlihat di sektor konsumsi. Meskipun biaya katering berhasil ditekan hingga turun 4 riyal dibanding tahun lalu, kualitas rasa dan nutrisi makanan justru dinilai tetap terjaga, bahkan meningkat.
Solusi Mobilitas dan Kenyamanan Transportasi
Andre juga menaruh perhatian pada aspek transportasi, khususnya bagi jemaah yang menghuni kawasan Al-Hidayah. Meski secara geografis tergolong jauh dari pusat ibadah, pemerintah telah menghadirkan solusi konkret berupa layanan bus direct (langsung).
“Sekarang dari Al-Hidayah ke Masjidil Haram hanya butuh waktu sekitar 20 menit. Terminalnya pun sangat strategis di Jabal Kabah, hanya berjarak 20 meter dari pintu masuk Haram. Kecepatan respons pemerintah dalam mencarikan solusi mobilitas ini patut diacungi jempol,” tuturnya.
Misi ‘Naik Kelas’: Kontrak Jangka Panjang Sebagai Kunci
Inti dari gagasan Andre Rosiade adalah bagaimana jemaah Indonesia tidak lagi berkutat di standar pelayanan Grade D. Ia mengusulkan agar pemerintah mulai meng-upgrade fasilitas menuju Grade C-Plus, terutama untuk titik-titik krusial di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Strategi yang ditawarkan Andre terbilang cerdik dari sisi ekonomi makro. Ia mengusulkan agar pemerintah melakukan kontrak jangka panjang selama lima tahun dengan hotel-hotel berkualitas di kawasan strategis seperti Misfalah, Syisyah, dan Jarwal. Dengan skema kontrak jangka panjang—meski pembayaran tetap dilakukan per tahun—pemerintah memiliki posisi tawar yang lebih kuat untuk mendapatkan harga yang jauh lebih kompetitif.
“Margin atau penghematan dari kontrak jangka panjang inilah yang nantinya bisa kita investasikan kembali untuk meningkatkan fasilitas jemaah di Armuzna. Jika sekarang kita di posisi D, tahun depan kita harus bisa mencapai C-Plus,” jelasnya secara detail.
Membangun Legacy untuk Jemaah Haji
Lebih lanjut, Andre menekankan bahwa skema ini dapat berjalan beriringan dengan rencana pembangunan Kampung Haji yang tengah digodok oleh Presiden Prabowo. Ia meyakini, dengan kemauan politik yang kuat, Indonesia mampu memberikan pelayanan haji terbaik di dunia.
“Ini akan menjadi legacy bagi kita semua. Jika negara lain bisa memberikan layanan prima, kenapa kita tidak? Saya sangat yakin di era kepemimpinan Pak Prabowo, impian agar jemaah haji kita naik kelas akan segera menjadi kenyataan,” pungkas Andre menutup pernyataannya.