Malam Minggu di Jakarta Barat: Razia Besar-besaran, Polisi Amankan Empat Pemuda Pembawa Obat Keras
Minggu, 24 Mei 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Upaya menjaga ketenangan warga di akhir pekan terus digalakkan oleh aparat penegak hukum di wilayah Jakarta Barat. Polres Metro Jakarta Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kriminalitas dengan menggelar patroli skala besar dan razia kepolisian secara serentak pada Sabtu malam (23/5/2026) hingga menjelang subuh.
Operasi yang melibatkan unsur ‘3 Pilar’ ini menyisir berbagai titik rawan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Twedi Aditya Bennyahdi, sebanyak 131 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan unsur pemerintah daerah diterjunkan ke lapangan.
Penangkapan di Kawasan Latumenten
Dalam operasi yang berlangsung dari pukul 00.00 WIB hingga 05.00 WIB tersebut, petugas tidak hanya sekadar berpatroli. Fokus utama adalah melakukan pemeriksaan terhadap individu maupun kendaraan yang mencurigakan di lokasi-lokasi yang kerap menjadi titik penyalahgunaan narkoba dan kejahatan jalanan.
Saat melakukan razia stasioner di kawasan Jalan Latumenten, langkah preventif petugas membuahkan hasil. Empat orang pemuda dengan gerak-gerik mencurigakan dihentikan untuk diperiksa. Mereka adalah MM (30), MA (18), AM (22), dan BS (20). Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah obat keras daftar G yang dibawa tanpa izin resmi.
“Petugas berhasil mengamankan empat orang tersebut berikut barang bukti berupa 2 butir Tramadol dan 3 butir Hexymer,” ungkap Kombes Twedi dalam keterangannya, Minggu (24/5). Keempat pemuda tersebut kini telah dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami asal-usul obat terlarang tersebut.
Langkah Preventif Demi Keamanan Warga
Kombes Twedi menegaskan bahwa kegiatan patroli gabungan ini merupakan strategi utama untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang ingin beristirahat maupun yang masih beraktivitas di malam hari. Target operasi mencakup antisipasi aksi begal, curanmor, tawuran, hingga gangguan keamanan lainnya yang sering meningkat di waktu akhir pekan.
“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu meredam niat para pelaku kejahatan untuk beraksi,” tambahnya.
Pemantauan Wilayah Melalui Pos Pantau
Selain melakukan razia, jajaran pimpinan Polres Metro Jakarta Barat juga menyempatkan diri melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pos pantau strategis di wilayah hukum mereka. Langkah ini diambil untuk memastikan kesiapsiagaan personel di titik-titik krusial, di antaranya:
- Pos Pantau Polsek Kebon Jeruk
- Pos Pantau Polsek Palmerah
- Pos Pantau Polsek Metro Tamansari
- Pos Pantau Polsek Tambora
- Pos Pantau Grogol Petamburan
- Razia Stasioner Polsek Grogol Petamburan
Pihak kepolisian juga tidak lupa mengajak masyarakat untuk menjadi ‘mata dan telinga’ bagi aparat. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan jika melihat adanya aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan kamtibmas melalui layanan hotline kepolisian 110 yang beroperasi selama 24 jam penuh tanpa dipungut biaya.