Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Haru Kepulangan 9 Relawan Global Sumud Flotilla ke Tanah Air Usai Ditahan Militer Israel

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 24 Mei 2026 16:33 WIB
Kisah Haru Kepulangan 9 Relawan Global Sumud Flotilla ke Tanah Air Usai Ditahan Militer Israel

Kabarmalam.com — Suasana haru menyelimuti Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu sore (24/5/2026). Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) akhirnya kembali menginjakkan kaki di tanah air. Kepulangan mereka disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, menandai berakhirnya masa penahanan yang penuh tekanan oleh otoritas Israel.

Sekitar pukul 16.25 WIB, kesembilan relawan tersebut tampak keluar dari pintu kedatangan dengan mengenakan keffiyeh, syal tradisional yang menjadi simbol solidaritas terhadap perjuangan Palestina. Isak tangis dan sorak-sorai keluarga serta kerabat yang telah menunggu sejak siang pecah seketika. Bendera Merah Putih bersandingan dengan bendera Palestina berkibar di area penjemputan, menciptakan atmosfer emosional yang mendalam bagi siapa saja yang menyaksikannya.

Baca Juga  Hizbullah Tolak Mentah-Mentah Tawaran Negosiasi Israel: Kedaulatan Lebanon Harga Mati

Kronologi Pencegatan di Laut Lepas

Penahanan para relawan ini bermula dari insiden pada Senin (18/5/2026) lalu. Saat itu, kapal-kapal bantuan kemanusiaan yang tergabung dalam konvoi Global Sumud Flotilla mulai dicegat secara paksa oleh pasukan angkatan laut Israel. Kapal-kapal ini membawa bantuan medis dan logistik yang sangat dibutuhkan oleh warga sipil, namun satu per satu armada tersebut dihentikan, dan para relawannya digiring ke pusat penahanan.

Setelah melalui proses diplomasi yang intens dan melelahkan, seluruh relawan GSF, termasuk sembilan pahlawan kemanusiaan asal Indonesia ini, akhirnya dibebaskan pada Kamis (21/5) waktu setempat. Sebelum kembali ke Indonesia, mereka terlebih dahulu diterbangkan ke Turki menggunakan pesawat sewaan khusus yang disiapkan oleh otoritas setempat sebagai titik transit kepulangan.

Baca Juga  Momen Haru 9 Relawan Indonesia Global Sumud Flotilla Tiba di Istanbul, Menlu Sugiono Pastikan Kepulangan Aman

Pengakuan Mengejutkan Mengenai Kekerasan Fisik

Namun, di balik kepulangan ini, tersimpan cerita pilu mengenai perlakuan yang mereka terima selama dalam masa penahanan. Berdasarkan laporan yang dihimpun, sejumlah WNI mengaku mengalami tindakan yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan. Beberapa di antaranya memberikan kesaksian bahwa mereka mengalami kekerasan fisik, mulai dari pemukulan hingga penyetruman oleh tentara Israel.

Kisah ini semakin menegaskan risiko tinggi yang harus dihadapi oleh para relawan kemanusiaan di wilayah konflik. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri terus memastikan bahwa kondisi kesehatan dan psikis para relawan ini akan mendapatkan penanganan terbaik sekembalinya mereka ke rumah masing-masing.

Daftar Relawan yang Kembali ke Indonesia

Berdasarkan data resmi dari Global Partnership for Central Interests (GPCI), berikut adalah daftar sembilan pejuang kemanusiaan yang sempat ditahan tersebut:

  • Herman Budianto Sudarson (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
  • Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
  • Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) – Kapal Josef
  • Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1
  • Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) – Kapal Kasr-1
  • Bambang Noroyono (REPUBLIKA) – Kapal BoraLize
  • Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) – Kapal Ozgurluk
  • Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) – Kapal Ozgurluk
  • Rahendro Herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) – Kapal Ozgurluk
Baca Juga  Ketegangan di Mediterania: Relawan WNI Ungkap Detik-Detik Dramatis Lolos dari Kepungan Kapal Perang Israel

Kepulangan mereka diharapkan dapat menjadi momentum penguat solidaritas internasional dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan tanpa ada hambatan militer di masa mendatang.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul