Ikuti Kami
kabarmalam.com

Capaian Masif Program Makan Bergizi Gratis: 62,4 Juta Warga RI Kini Terjamin Gizinya

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 24 Mei 2026 16:34 WIB
Capaian Masif Program Makan Bergizi Gratis: 62,4 Juta Warga RI Kini Terjamin Gizinya

Kabarmalam.com — Upaya pemerintah dalam melakukan revolusi kesehatan masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan angka yang impresif. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, hingga saat ini sebanyak 62,4 juta jiwa telah merasakan manfaat nyata dari program nasional ini. Angka tersebut mencakup spektrum penerima yang luas, mulai dari anak sekolah, balita, hingga para pejuang kehidupan seperti ibu hamil dan menyusui.

Dominasi Peserta Didik dalam Peta Penerima Manfaat

Menilik lebih dalam pada distribusi datanya, kelompok peserta didik menjadi pilar utama dengan jumlah penerima mencapai 48.350.393 orang. Jika dikalkulasikan, angka ini telah menyentuh sekitar 76,1 persen dari total data induk pelajar secara nasional yang berada di angka 63,5 juta jiwa. Hal ini menunjukkan komitmen serius negara dalam memastikan kesehatan siswa terjaga sejak dini guna mendukung konsentrasi belajar mereka.

Baca Juga  Klarifikasi Badan Gizi Nasional Soal Anggaran Zoom Rp 5,7 Miliar: Investasi Koordinasi Demi Program Makan Bergizi Gratis

Tidak hanya fokus pada pendidikan formal, program ini juga merambah hingga ke lingkungan pesantren. Tercatat sebanyak 644.664 santri telah terdaftar sebagai penerima manfaat, atau sekitar 44,2 persen dari target sasaran nasional di sektor pendidikan keagamaan.

Perhatian Khusus bagi Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita

Selain pelajar, pemerintah juga menitikberatkan fokus pada periode emas pertumbuhan manusia. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) per 22 Mei, program MBG telah menjangkau 6.303.775 balita di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi krusial dalam misi besar pemerintah menekan angka stunting nasional.

Sektor kesehatan ibu juga mendapatkan porsi yang signifikan. Sebanyak 2.066.533 ibu menyusui (busui) atau sekitar 75,2 persen dari target, kini telah rutin menerima asupan gizi tambahan. Sementara itu, untuk kategori ibu hamil (bumil), program telah menyentuh angka 868.259 orang. Kehadiran program ini diharapkan mampu meningkatkan standar kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.

Baca Juga  Revolusi Baru Pengobatan Kanker: Teknologi AI Jadikan Radioterapi Lebih Akurat dan Minim Efek Samping

Skala Operasional dan Dampak Ekonomi Lokal

Secara operasional, infrastruktur pendukung MBG terus diperluas. Hingga kini, terdapat 29.225 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi aktif di berbagai wilayah. Sejak diresmikan pada awal Januari 2025, tercatat lebih dari 8,3 miliar porsi makanan bergizi telah didistribusikan ke 374.175 sekolah.

Menariknya, program ini tidak hanya bicara soal asupan makanan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru. Sedikitnya 1.285.250 tenaga kerja terlibat langsung, mulai dari proses pengolahan di dapur hingga rantai distribusi ke tangan penerima manfaat.

Optimalisasi Anggaran demi Efisiensi Nasional

Di balik masifnya angka penerima, pemerintah tetap melakukan pengawasan ketat terhadap efisiensi anggaran. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam keterangannya baru-baru ini menyebutkan adanya langkah penghematan anggaran MBG. Dari pagu awal sebesar Rp 335 triliun, pemerintah melakukan penyesuaian menjadi Rp 268 triliun sebagai bentuk optimalisasi penggunaan dana negara.

Baca Juga  Evaluasi Besar-Besaran Program Makan Bergizi Gratis: Prabowo Akui Celah dan Tindak Ribuan Dapur Bermasalah

“Kami melakukan penghematan sesuai arahan Presiden agar dana Badan Gizi Nasional bisa dikelola dengan jauh lebih efisien tanpa mengurangi esensi manfaat bagi masyarakat,” jelas Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA di Jakarta. Hingga saat ini, realisasi anggaran yang telah terserap berada di angka Rp 75 triliun, atau sekitar 22,4 persen dari kebutuhan total tahunan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid