Ikuti Kami
kabarmalam.com

Evaluasi Besar-Besaran Program Makan Bergizi Gratis: Prabowo Akui Celah dan Tindak Ribuan Dapur Bermasalah

Wahid | kabarmalam.com
Rabu, 20 Mei 2026 16:35 WIB
Evaluasi Besar-Besaran Program Makan Bergizi Gratis: Prabowo Akui Celah dan Tindak Ribuan Dapur Bermasalah

Kabarmalam.com — Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengakui bahwa implementasi program andalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG), masih jauh dari kata sempurna. Dalam sebuah langkah transparansi yang berani, sang Kepala Negara mengungkapkan bahwa evaluasi ketat telah berujung pada penutupan lebih dari 3.000 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh penjuru negeri karena dinilai tidak memenuhi standar.

Pernyataan ini disampaikan di tengah Rapat Paripurna DPR RI ke-19 yang berlangsung pada Rabu (20/5/2026). Prabowo Subianto menekankan bahwa meski program ini memiliki misi mulia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, aspek pengelolaan di lapangan masih menyimpan banyak lubang yang harus segera ditambal.

Baca Juga  Misteri Insentif Rp 6 Juta: Ribuan Dapur Gizi Tetap Diguyur Dana Meski Operasional Terhenti

Komitmen Terhadap Transparansi dan Pengawasan Ketat

Tidak ingin program ini menjadi ladang penyelewengan, Presiden meminta seluruh elemen pemerintahan, mulai dari bupati hingga anggota legislatif, untuk menjadi mata dan telinga di lapangan. Ia membuka ruang seluas-luasnya bagi laporan masyarakat terkait temuan yang tidak sesuai prosedur.

“Saya sudah meminta para pejabat, dan saya persilakan anggota DPR, bupati, di mana pun Anda berada, silakan periksa semua dapur. Jika ditemukan ada yang tidak sesuai, segera laporkan. Kami akan langsung mengambil tindakan tegas,” tegasnya di hadapan para wakil rakyat. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa makan bergizi gratis benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan dengan kualitas yang terjaga.

Baca Juga  Geger Video 'Skandal Moral' Amien Rais: Komdigi Sebut Pembunuhan Karakter, Partai Ummat Sebut 'Offside'

Jangkauan Luas di Tengah Tantangan Teknis

Meski menghadapi tantangan operasional yang masif, data menunjukkan bahwa manfaat program MBG telah dirasakan oleh jutaan jiwa setiap harinya. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 62,4 juta penerima manfaat reguler, yang mencakup 6,3 juta balita, 868 ribu ibu hamil, serta 2 juta ibu menyusui yang menjadi prioritas utama intervensi gizi nasional.

Ke depannya, cakupan program ini direncanakan akan semakin meluas. Prabowo menyebutkan agenda baru untuk menyentuh kalangan lansia yang hidup dalam keterbatasan. “Kita juga akan memberikan akses MBG kepada 500 ribu lansia yang hidup sebatang kara dan sangat membutuhkan asupan gizi yang layak,” tambahnya.

Perbaikan Standar Kesehatan Dapur

Sejauh ini, lebih dari 8 miliar porsi makanan telah didistribusikan kepada masyarakat. Namun, tantangan besar masih membayangi terkait standardisasi fasilitas. KabarMalam mencatat bahwa baru sekitar 50 persen dari total dapur yang beroperasi telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal ini menjadi alasan kuat mengapa pemeriksaan dapur secara intensif terus digalakkan untuk menjamin keamanan pangan bagi para penerima manfaat.

Baca Juga  Waspada Jejak Hantavirus di Indonesia: Mengenal Seoul Virus dan Sebarannya di 9 Provinsi

Prabowo menegaskan bahwa keberlanjutan program ini bergantung pada kejujuran dalam pengelolaan. Baginya, penutupan ribuan dapur tersebut bukanlah tanda kegagalan, melainkan bentuk pembersihan demi menciptakan sistem yang lebih kredibel dan bermanfaat jangka panjang bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid