Tantangan Berat Haji 2026: Suhu Mekkah Diprediksi Menyengat Hingga 47 Derajat Celsius
Sabtu, 23 Mei 2026 05:36 WIB
Kabarmalam.com — Tantangan besar membentang di hadapan para calon jamaah haji pada musim ibadah haji tahun 2026 mendatang. Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi atau National Centre for Meteorology (NCM) secara resmi merilis peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan menyelimuti tanah suci Mekkah dan sekitarnya dengan suhu udara yang sangat menyengat.
Laporan terbaru dari otoritas cuaca Saudi tersebut memproyeksikan bahwa suhu udara di Mekkah dan kawasan tempat suci lainnya bisa menembus angka 47 derajat Celsius. Kondisi ini diprediksi akan diperparah dengan embusan angin kencang di permukaan yang membawa material debu serta pasir, terutama pada siang hari saat aktivitas jamaah mencapai puncaknya.
Gelombang Panas Sejak Awal Dzulhijjah
Kepala Eksekutif NCM, Ayman Ghulam, menjelaskan bahwa fluktuasi suhu ekstrem ini diperkirakan mulai terasa sejak awal bulan Dzulhijjah hingga Hari Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah. Pada periode tersebut, termometer diperkirakan akan konsisten menunjukkan angka antara 44 hingga 47 derajat Celsius di siang hari.
Bahkan saat matahari terbenam, hawa panas belum sepenuhnya mereda. Suhu minimum di malam hari diprediksi tetap berada di kisaran 28 hingga 31 derajat Celsius. Dengan tingkat kelembapan udara yang rendah, yakni antara 10 hingga 40 persen, jamaah diimbau untuk waspada terhadap risiko dehidrasi dan masalah kesehatan lainnya.
Potensi Badai Debu dan Petir
Memasuki fase krusial dari Hari Arafah hingga 13 Dzulhijjah, cuaca panas tetap menjadi ancaman utama dengan kondisi langit yang bervariasi antara cerah hingga berawan. Selain suhu yang tetap tinggi di angka 42-44 derajat Celsius, Ghulam juga menyoroti aktivitas angin barat daya hingga barat laut yang melaju dengan kecepatan 15-40 km/jam.
“Angin ini berpotensi memicu badai debu yang dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan,” ungkap laporan tersebut. Selain itu, NCM memberikan peringatan khusus mengenai potensi badai petir di dataran tinggi Provinsi Taif. Fenomena ini dikhawatirkan dapat meluas ke kawasan tempat suci dan memicu arus udara ke bawah yang secara mendadak bisa mengangkat debu serta pasir ke udara.
Kesiapsiagaan Teknologi Tinggi
Menghadapi ancaman cuaca yang tidak bersahabat ini, NCM telah menyusun strategi operasional yang matang guna menjamin keselamatan jamaah. Berbagai instrumen mutakhir telah disiagakan, mulai dari radar cuaca canggih, sistem satelit, hingga stasiun pemantauan bergerak yang ditempatkan secara strategis di sepanjang jalur jamaah.
Tidak hanya itu, Arab Saudi juga mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi prakiraan cuaca secara real-time. Hal ini dilakukan agar otoritas terkait dapat memberikan instruksi yang cepat dan tepat kepada jamaah terkait langkah-langkah perlindungan diri selama berada di bawah terik matahari Mekkah dan Madinah.
Jamaah sangat disarankan untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dan menjaga kesehatan jamaah dengan mencukupi kebutuhan cairan serta menghindari paparan langsung sinar matahari dalam durasi yang lama selama menjalankan prosesi ibadah.