Perkuat Ekonomi Hijau, Jawa Tengah Sodorkan 7 Proyek Strategis EBT ke Investor Tiongkok
Sabtu, 23 Mei 2026 13:03 WIB
Kabarmalam.com — Langkah strategis diambil Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mempercepat transisi energi nasional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara aktif mempromosikan berbagai potensi investasi jawa tengah kepada para pemodal mancanegara, khususnya dari Tiongkok, dalam sebuah pertemuan eksklusif di Jakarta baru-baru ini.
Momen penting tersebut terjadi dalam acara jamuan makan malam bertajuk Pertukaran Tokoh Politik dan Bisnis Tiongkok-Indonesia yang merupakan bagian dari Program DBA Entrepreneur Scholar Cheung Kong Graduate School of Business (CKGSB) angkatan ke-12. Di hadapan puluhan pengusaha kakap asal Negeri Tirai Bambu, Luthfi memaparkan visi Jawa Tengah untuk menjadi pusat energi hijau di masa depan.
Magnet Investasi di Jantung Pulau Jawa
Dalam narasinya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah adalah wilayah yang sangat terbuka dan ramah terhadap penanaman modal asing (PMA). Data menunjukkan performa ekonomi yang impresif; pada tahun 2025, total investasi di provinsi ini mencapai Rp 110,02 triliun. Angka tersebut disokong oleh kontribusi PMA sebesar Rp 50,86 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) senilai Rp 37,64 triliun, serta sektor UMK yang menyumbang Rp 21,52 triliun.
Tren positif ini terus terjaga hingga memasuki triwulan I tahun 2026, di mana realisasi investasi telah menyentuh Rp 23,02 triliun dengan laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,89%. Saat ini, Jawa Tengah telah memiliki 7 kawasan industri dan ekonomi khusus yang beroperasi, sementara 12 daerah lainnya sedang bersiap membangun zona industri baru demi pemerataan ekonomi yang lebih luas.
7 Proyek Unggulan Energi Baru Terbarukan
Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah tawaran kerja sama di sektor energi baru terbarukan (EBT). Jawa Tengah mengidentifikasi sedikitnya tujuh proyek strategis yang siap dieksekusi oleh para investor, di antaranya:
- Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)
- Pembangkit Listrik Mikrohidro
- Pengembangan Biogas dan Biomassa
- Pemanfaatan Gas Rawa (Swamp Gas)
- Teknologi Waste to Energy (Energi dari Sampah)
- Pengembangan Panas Bumi (Geothermal)
“Tiongkok merupakan salah satu mitra investasi terbesar bagi kami dengan nilai kontribusi mencapai Rp 10,13 triliun. Kami membuka pintu lebar-lebar untuk kolaborasi dalam pengolahan sampah menjadi energi, yang juga sejalan dengan komitmen lingkungan global,” ujar Luthfi.
Respon Positif Pelaku Bisnis Global
Keinginan Pemprov Jateng ini disambut hangat oleh para pemimpin perusahaan besar. CEO PT WOOK Global Technology, Cu Longhua, menyatakan bahwa sektor pengelolaan limbah menjadi listrik sangat kompatibel dengan kebutuhan industri saat ini, terlebih program ini mendapat dukungan penuh dari visi Presiden Prabowo dalam mendorong keberlanjutan lingkungan.
Senada dengan itu, Benjamin Pan selaku CEO PT AAC Technologies Holding, melihat Indonesia sebagai pasar dengan potensi pertumbuhan yang masif. Ia meyakini bahwa kolaborasi antara keahlian teknologi dari Tiongkok dan sumber daya serta lingkungan bisnis yang kondusif di Jawa Tengah akan menciptakan peluang kerja sama yang tak terbatas.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa Jawa Tengah terus bertransformasi menjadi destinasi utama bagi industri manufaktur kelas atas dan teknologi digital yang berbasis pada prinsip keberlanjutan.