Perjuangan Hebat Wanita Asal Bekasi Melawan TB Tulang: Dari Kelumpuhan Hingga Mukjizat Kesembuhan
Jumat, 22 Mei 2026 20:08 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah potret ketegaran baru-baru ini mencuri perhatian publik setelah kisah Chahya Rhelany Slamet (22), seorang wanita asal Bekasi, Jawa Barat, viral di jagat maya. Melalui unggahan sang suami, Gilang Cahya Nugraha (27), terungkap bagaimana sebuah gejala yang disangka sakit pinggang biasa ternyata menjadi awal dari perjuangan hidup dan mati melawan penyakit TB tulang yang merenggut kemampuan berjalannya.
Awal Mula Gejala yang Kerap Terabaikan
Semua bermula di momen yang seharusnya penuh kegembiraan, yakni saat perayaan Lebaran. Chahya mulai mengeluhkan rasa nyeri yang tajam di area punggung bawah disertai melemahnya kekuatan kaki. Pada awalnya, pihak keluarga menganggap kondisi tersebut hanyalah kelelahan biasa akibat aktivitas hari raya. Gilang bahkan sempat membawa istrinya menjalani terapi alternatif sebelum menyadari bahwa kondisi Chahya terus memburuk secara signifikan.
Puncaknya terjadi tepat sepekan setelah Lebaran. Chahya yang tetap memaksakan diri untuk bekerja justru terjatuh di kantor dan kehilangan kemampuan untuk berdiri. Rekan-rekan kerjanya harus membantunya pulang, hingga akhirnya pada pukul satu dini hari, Gilang melarikan sang istri ke ruang IGD rumah sakit terdekat. Di sanalah, kepanikan dan rasa lelah bercampur aduk saat dokter menyatakan bahwa Chahya harus menjalani rawat inap segera.
Komplikasi Serius: Lumpuh dan Gagal Ginjal
Hasil pemeriksaan medis mengungkap kenyataan pahit. Infeksi bakteri tuberkulosis telah menyerang area tulang belakang, yang secara otomatis merusak sistem saraf penggerak kaki hingga mengganggu fungsi saraf buang air besar dan kecil. Kondisi ini memicu efek domino yang mengerikan; ketidakmampuan mengeluarkan urine mengakibatkan terjadinya gagal ginjal akut.
Tak hanya sampai di situ, organ paru-paru Chahya juga ikut terdampak, menyebabkan sesak napas yang hebat hingga ia harus menjalani prosedur cuci darah. Perjuangan Chahya di rumah sakit menjadi ujian berat bagi keluarga kecil ini, terutama di saat mereka masih memiliki buah hati yang baru berusia 18 bulan.
Harapan dan Keajaiban di Balik Pemulihan
Setelah melewati masa-masa kritis, kabar baik mulai menghampiri. Melalui pantauan Kabarmalam.com, Gilang mengonfirmasi bahwa sang istri menunjukkan progres yang sangat positif. Keajaiban medis nampaknya berpihak pada mereka; Chahya kini dinyatakan sudah tidak perlu lagi menjalani prosedur cuci darah dan telah lepas dari ketergantungan selang kateter.
Saat ini, Chahya masih berfokus pada rangkaian perawatan intensif yang meliputi penanganan ortopedi, pemulihan fungsi paru, dan jadwal fisioterapi yang rutin. Gilang sengaja membagikan kisah ini melalui akun Instagram @gilangomen sebagai bentuk edukasi mengenai pentingnya informasi kesehatan dan deteksi dini penyakit kronis.
Dukungan dari netizen terus mengalir deras, memberikan kekuatan moral bagi Gilang untuk tetap berjuang demi kesembuhan total sang istri. Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kesehatan adalah aset yang tak ternilai harganya, dan gejala sekecil apa pun pada tubuh tidak boleh dianggap remeh.