Ikuti Kami
kabarmalam.com

Wamenkes Dante Saksono Bicara Soal WFH Bagi Tenaga Medis: ‘Work From Hospital’ Tetap Jadi Prioritas

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 10 Apr 2026 17:41 WIB
Wamenkes Dante Saksono Bicara Soal WFH Bagi Tenaga Medis: 'Work From Hospital' Tetap Jadi Prioritas

Kabarmalam.com — Di tengah implementasi kebijakan baru mengenai sistem kerja fleksibel bagi para aparatur negara, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono memberikan pernyataan menarik terkait aturan Work from Home (WFH). Meski pemerintah mulai memberlakukan skema bekerja dari rumah satu hari dalam sepekan bagi aparatur sipil negara (ASN), Dante mengingatkan bahwa kemewahan tersebut tidak berlaku bagi mereka yang berada di baris terdepan pelayanan kesehatan.

Sambil berkelakar namun sarat makna, Dante menegaskan bahwa bagi para dokter dan tenaga medis, istilah WFH tetap ada, namun dengan kepanjangan yang berbeda. “Sebenarnya kalau di rumah sakit, pelayanan masyarakat itu tidak boleh libur. Tetap buka di hari Jumat. Jadi bagi mereka, istilahnya adalah ‘Work From Hospital’,” ungkapnya saat memberikan keterangan di RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan.

Baca Juga  Lawan Risiko Diabetes, BPOM Segera Wajibkan Label 'Nutri Level' pada Produk Minuman Manis

Pelayanan Publik yang Tak Boleh Terhenti

Dante menekankan bahwa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, Puskesmas, hingga klinik adalah jantung dari pelayanan publik yang bersifat esensial. Kebutuhan masyarakat akan akses medis tidak mengenal hari libur atau pembatasan jam kerja tertentu. Oleh karena itu, seluruh elemen di bawah naungan Kementerian Kesehatan yang bertugas memberikan layanan langsung di lapangan diwajibkan untuk tetap siaga di pos masing-masing.

Latar Belakang Kebijakan WFH Nasional

Kebijakan WFH satu hari dalam sepekan yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ini sebenarnya memiliki tujuan strategis. Salah satu alasan utamanya adalah sebagai langkah efisiensi konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga  Waspada Tren 'Baby Whip': BPOM RI Bongkar Ancaman Gas N2O yang Picu Lonjakan Kematian Gen Z

Pemerintah melalui Kemenpan RB telah menggarisbawahi bahwa skema WFH bagi ASN bukanlah merupakan hari libur tambahan. Ini adalah bentuk penyesuaian pola kerja untuk mendukung efisiensi energi nasional tanpa mengurangi produktivitas kerja. Namun, bagi sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan nyawa dan keselamatan publik, dedikasi di tempat kerja tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Wamenkes memastikan bahwa meskipun regulasi birokrasi terus berkembang mengikuti dinamika zaman, komitmen untuk melayani masyarakat di fasilitas kesehatan tetap harus berjalan stabil dan tidak boleh terganggu oleh kebijakan kerja dari rumah tersebut.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid