Perut Membesar 29 Cm Dikira Lemak, Kisah Wanita Bekasi Penggemar Seblak yang Idap Kista Ovarium Masif
Minggu, 14 Jun 2026 17:34 WIB
Kabarmalam.com — Sebuah kisah memilukan sekaligus menjadi peringatan bagi kaum hawa baru-baru ini viral di jagat maya. Siti Zahro, seorang wanita muda berusia 23 tahun asal Bekasi, harus menghadapi kenyataan pahit setelah didiagnosis mengidap kista ovarium dengan ukuran yang sangat fantastis, yakni mencapai 29 sentimeter. Kisah ini menjadi sorotan lantaran banyak yang mengaitkan kondisi medis tersebut dengan kebiasaan gaya hidup dan pola makan kekinian.
Siti menceritakan bahwa sebelum vonis medis tersebut jatuh, ia memiliki kegemaran mengonsumsi makanan pedas hampir setiap hari. Menu-menu populer seperti bakso, seblak, hingga aneka camilan pedas menjadi santapan wajibnya. Namun, di balik kenikmatan kuliner tersebut, ia mengakui adanya pola makan yang sangat tidak teratur.
“Dalam sehari, saya terkadang hanya makan nasi satu kali. Pagi hari saya lebih memilih makan bakso, baru siang makan nasi. Sepulang kerja, ritual saya adalah membeli seblak, dan malamnya lanjut ngemil yang pedas-pedas lagi,” tutur Siti dalam curhatannya yang menarik perhatian banyak netizen.
Sering Menahan Pipis dan Gejala yang Terabaikan
Selain hobi makanan pedas, Siti juga mengungkapkan kebiasaan kurang baik lainnya, yaitu sering mengonsumsi makanan asin dan kerap menahan buang air kecil karena tuntutan kesibukan pekerjaan. Meski secara medis belum ada bukti kuat bahwa makanan pedas atau menahan pipis secara langsung memicu kista ovarium, namun gaya hidup tersebut jelas memberikan tekanan tambahan bagi kesehatan tubuhnya secara keseluruhan.
Awalnya, Siti sama sekali tidak menaruh curiga pada perutnya yang perlahan mulai membuncit. Ia mengira tonjolan tersebut hanyalah tumpukan lemak biasa akibat kenaikan berat badan. Apalagi, pada tahun pertama munculnya gejala, perutnya terasa lembek layaknya lemak pada umumnya.
“Awalnya benar-benar saya abaikan karena saya pikir cuma lemak biasa. Memang sudah buncit dari tahun lalu, tapi cuma di bagian bawah dan masih terasa lunak saat dipegang,” jelasnya.
Rasa Nyeri yang Semakin Menjadi
Seiring berjalannya waktu, kondisi perut Siti kian membesar dan mulai terasa sangat berat. Tidak hanya perubahan fisik, ia juga mulai merasakan gangguan kesehatan lainnya seperti nyeri hebat di perut bagian kanan. Rasa sakit ini sering kali menjalar hingga ke area pinggang dan punggung belakang.
Sayangnya, pada saat itu ia masih berdalih bahwa rasa pegal tersebut hanyalah efek samping dari kelelahan bekerja atau aktivitas fisik yang padat. Titik balik terjadi ketika Siti mengalami stres berat yang tampaknya memicu pertumbuhan massa di perutnya menjadi lebih progresif. Perutnya mendadak terasa jauh lebih berat dan ukurannya bertambah secara drastis dalam waktu singkat.
Diagnosis Medis: Massa Raksasa 29 Sentimeter
Khawatir dengan kondisi yang kian mengganggu, Siti akhirnya memutuskan untuk menjalani pemeriksaan medis pada Maret 2026. Melalui pemeriksaan USG transvaginal, tim dokter menemukan adanya massa kista yang sudah mencapai diameter 29 sentimeter. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat, pemeriksaan lanjutan menggunakan MRI dilakukan pada April 2026.
Hasil MRI menunjukkan ukuran kista yang sangat masif, yakni sekitar 23 x 29 sentimeter. Melihat ukuran yang sudah membahayakan organ tubuh lainnya, dokter segera merekomendasikan tindakan operasi pengangkatan. Berdasarkan analisis medis, kista tersebut diduga kuat berkaitan dengan faktor hormonal, sebuah kondisi yang memang kerap menjadi pemicu utama munculnya kantung berisi cairan di indung telur.
Kisah Siti Zahro ini menjadi pengingat penting bagi seluruh wanita agar lebih peduli terhadap perubahan sekecil apa pun pada tubuh mereka. Jika merasakan perut yang membesar tidak wajar, disertai nyeri panggul atau rasa berat yang menetap, segera lakukan konsultasi dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan penanganan dini. Kesehatan wanita adalah aset yang harus dijaga dengan deteksi sedini mungkin.