Nyeri Tengkuk Setelah Makan Daging Kurban Jadi Sinyal Kolesterol Naik? Simak Penjelasan Dokter
Rabu, 27 Mei 2026 15:34 WIB
Kabarmalam.com — Perayaan Idul Adha identik dengan melimpahnya sajian kuliner berbahan dasar daging, mulai dari rendang yang kaya rempah hingga gulai yang menggugah selera. Namun, di tengah sukacita tersebut, terselip kekhawatiran klasik: apakah rasa kaku di tengkuk dan pusing yang muncul tiba-tiba adalah pertanda kolesterol naik? Banyak orang langsung panik saat merasakan ketegangan di area leher setelah menyantap olahan daging kurban.
Mitos atau Fakta: Nyeri Tengkuk Adalah Gejala Kolesterol?
Menanggapi fenomena ini, spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Aru Ariadno, SpPD-KGEH, memberikan penjelasan medis yang mencerahkan. Menurutnya, gejala kolesterol tinggi sebenarnya sering kali bersifat ‘senyap’ atau tidak terlihat secara kasat mata.
Meskipun ada sebagian orang yang mengeluhkan pusing, sakit kepala, hingga tengkuk terasa kaku, dr. Aru menegaskan bahwa sensasi tersebut tidak bisa dijadikan indikator tunggal. “Dibutuhkan pemeriksaan tambahan atau pemeriksaan penunjang seperti tes darah untuk memastikan apakah benar kadar kolesterol dalam tubuh meningkat,” jelas dr. Aru dalam sebuah diskusi kesehatan tubuh.
Bahaya ‘Silent Killer’ yang Patut Diwaspadai
Justru karena sifatnya yang asimtomatik atau tanpa gejala yang jelas, kondisi kolesterol tinggi menjadi sangat berbahaya. dr. Aru mengingatkan bahwa ketiadaan rasa sakit bukan berarti kondisi tubuh sedang baik-baik saja. Justru tanpa adanya sinyal peringatan dari tubuh, seseorang mungkin terus mengonsumsi makanan berisiko hingga akhirnya muncul komplikasi kesehatan yang lebih serius secara mendadak.
Oleh karena itu, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama. Menikmati hidangan khas hari raya tentu diperbolehkan, namun harus dilakukan dengan porsi yang wajar. Mengambil momentum Idul Adha untuk makan secara berlebihan tanpa kontrol adalah tindakan yang berisiko bagi sistem metabolisme kita.
Waspadai Jeroan dan Cara Pengolahan Makanan
Selain porsi, dr. Aru juga menyoroti jenis bagian hewan kurban yang dikonsumsi. Jeroan seperti hati, otak, dan ginjal menempati urutan teratas sebagai bagian yang paling memicu lonjakan kolesterol. Selain itu, cara memasak juga memegang peranan krusial terhadap risiko penyakit.
Penggunaan santan yang terlalu kental, minyak berlebih, atau penggunaan lemak hewani yang tinggi dalam bumbu dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari kolesterol, asam urat, hingga hipertensi.
- Hindari konsumsi jeroan secara berlebihan (hati, paru, usus, otak).
- Batasi penggunaan santan dan minyak goreng dalam mengolah daging kurban.
- Seimbangkan dengan konsumsi serat dari sayur-sayuran dan buah-buahan.
- Pastikan tetap melakukan aktivitas fisik ringan untuk membantu pembakaran lemak.
Pesan Dokter: Makan dengan Bijak
Sebagai penutup, dr. Aru menyarankan agar masyarakat tetap menerapkan pola makan yang terkendali meski sedang dalam suasana lebaran haji. “Konsepnya adalah makan seperti biasa, jangan berlebih. Maksudnya, jangan sampai kita terlalu banyak makan jeroan atau bagian torpedo dengan porsi yang berlebihan. Hal itulah yang akan memicu gangguan kesehatan,” tambahnya.
Dengan menjaga pola makan dan rutin melakukan cek kolesterol secara mandiri atau di fasilitas kesehatan, kita tetap dapat merayakan hari besar dengan bahagia tanpa harus mengorbankan kesehatan jangka panjang.