Ikuti Kami
kabarmalam.com

Horor Sembelit 23 Tahun: Kisah Wanita dengan Usus yang Memanjang Ekstrem dan Cara Mencegahnya

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 02 Jun 2026 20:35 WIB
Horor Sembelit 23 Tahun: Kisah Wanita dengan Usus yang Memanjang Ekstrem dan Cara Mencegahnya

Kabarmalam.com — Bayangkan hidup dengan beban yang tertahan di dalam perut selama belasan hari tanpa bisa dikeluarkan. Bagi sebagian besar orang, buang air besar adalah rutinitas harian yang sederhana. Namun, bagi seorang wanita asal Taiwan berinisial J, hal ini adalah perjuangan hidup dan mati yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Kisah J mendadak viral dan menggegerkan jagat maya setelah ia membagikan penderitaan kronisnya. J mengaku telah bergelut dengan masalah sembelit parah sejak ia masih kanak-kanak. Selama 23 tahun, ia terjebak dalam kondisi medis yang menyiksa, di mana setiap kunjungannya ke toilet terasa seperti siksaan fisik yang tak berujung.

Rekor 17 Hari Tanpa Buang Air Besar

Penderitaan J bukanlah sekadar sulit buang air besar biasa. Ia mengungkapkan bahwa sejak kecil, ia harus menghabiskan waktu satu hingga dua jam hanya untuk duduk di atas kloset. Puncaknya, ia pernah mengalami periode paling ekstrem dalam hidupnya: tidak buang air besar sama sekali selama 17 hari berturut-turut.

Baca Juga  Waspada Bahaya Logam Berat, Ini Cara Efektif Detoks Tubuh Usai Terlanjur Makan Siomay Ikan Sapu-sapu

“Dari luar, saya terlihat normal dan memiliki kepribadian yang ceria. Tetapi, di balik itu, saya sering mengalami rasa sakit yang sangat hebat yang tidak diketahui oleh orang-orang di sekitar saya,” ungkap J dengan nada getir. Saat ia akhirnya bisa mengeluarkan kotoran, feses yang keluar berbentuk butiran kecil dan keras, menyerupai kotoran domba—sebuah tanda klinis dari dehidrasi feses yang parah di dalam usus.

Hasil Rontgen yang Bikin Merinding

Putus asa karena berbagai cara alami seperti memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi sayuran tidak membuahkan hasil, J akhirnya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan rontgen. Hasilnya sungguh mengejutkan tim medis dan publik yang melihatnya.

Citra rontgen menunjukkan bahwa usus besar milik J telah kehilangan bentuk normalnya. Akibat penumpukan feses selama bertahun-tahun, ususnya tampak sangat halus tanpa kerutan alami (haustra) dan memanjang secara tidak wajar hingga ke bagian atas rongga tubuhnya.

Baca Juga  Mengintip Rahasia Panjang Umur Lewat Jejak Darah Para Centenarian: Lebih dari Sekadar Faktor Genetik

“Usus besar saya sangat panjang dan memanjang ke atas. Sepertinya satu-satunya jalan keluar adalah dengan mengangkat seluruh usus besar saya melalui operasi, tapi saya sangat takut akan komplikasinya,” tuturnya. Meski sempat beredar rumor ususnya mencapai jantung, ahli medis dari National Yang-Ming University Taipei mengklarifikasi bahwa meski terjadi pergeseran posisi yang masif, usus tersebut belum mencapai organ jantung.

Mengapa Sembelit Bisa Menjadi Kronis?

Belajar dari kasus J, sangat penting bagi kita untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saat susah BAB menyerang. Sembelit terjadi ketika feses bergerak terlalu lambat melalui usus besar (kolon). Kondisi ini menyebabkan usus menyerap terlalu banyak air, sehingga tinja menjadi keras, kering, dan sulit dikeluarkan.

Baca Juga  Bobby Nasution Meledak di Tapteng, Semprot Camat Tukka: Jangan Sok Paling Kerja!

Ada beberapa pemicu utama yang sering diabaikan oleh masyarakat, antara lain:

  • Kurangnya Serat dan Cairan: Serat berfungsi sebagai ‘sapu’ di dalam usus, sementara air memastikan segalanya bergerak lancar.
  • Gaya Hidup Sedenter: Kurang olahraga membuat pergerakan usus (peristaltik) menjadi malas.
  • Penyumbatan Fisik: Adanya perubahan jaringan, jaringan parut, atau bahkan tumor di usus besar yang menghambat jalur pembuangan.
  • Gangguan Saraf dan Otot: Penyakit seperti diabetes, parkinson, atau gangguan tiroid dapat memengaruhi sinyal saraf yang mengontrol otot-otot saat buang air besar.

Jika Anda mengalami gejala serupa secara terus-menerus, jangan ragu untuk segera melakukan konsultasi medis. Deteksi dini terhadap gangguan kesehatan pencernaan dapat mencegah kondisi ekstrem seperti yang dialami oleh J, di mana tindakan pembedahan menjadi satu-satunya pilihan terakhir yang tersisa.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid