Perjuangan Panjang Putri Thailand: Tiga Tahun Terbaring Koma di Tengah Kondisi yang Terus Menurun
Kamis, 21 Mei 2026 16:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar duka yang menyelimuti Negeri Gajah Putih terkait kondisi kesehatan putri sulung Raja Thailand, Putri Bajrakitiyabha Mahidol, memasuki babak baru yang cukup memprihatinkan. Setelah tiga tahun menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat koma yang tak kunjung usai, pihak istana Thailand kembali merilis informasi terkini yang menunjukkan situasi yang kian kritis.
Wanita yang secara akrab dikenal dengan sebutan ‘Putri Bha’ ini dilaporkan mengalami ketidakstabilan pada sejumlah tanda vitalnya. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa kondisi kesehatannya menunjukkan tren penurunan yang signifikan, memicu kekhawatiran mendalam bagi keluarga kerajaan dan rakyat Thailand pada umumnya.
Awal Mula Tragedi Kesehatan Putri Bha
Kilas balik ke Desember 2022, sang putri yang kala itu berusia 45 tahun mendadak kehilangan kesadaran. Penyebab utamanya adalah masalah jantung yang muncul secara tiba-tiba saat ia tengah beraktivitas. Setelah mendapatkan penanganan awal di rumah sakit setempat, ia segera diterbangkan menggunakan helikopter medis menuju Bangkok guna mendapatkan perawatan yang lebih komprehensif.
Pihak istana menjelaskan bahwa sang putri dirawat di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok. Di sana, tim dokter spesialis dikerahkan untuk memantau setiap perkembangan medisnya secara ketat. Namun, tantangan yang dihadapi tim medis ternyata jauh lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya.
Komplikasi dan Infeksi yang Menggerogoti
Dalam perjalanan perawatannya, tim medis mendeteksi adanya infeksi parah yang telah merambah ke aliran darah sang putri. Untuk menjaga agar tekanan darahnya tidak merosot tajam, dokter terpaksa memberikan kombinasi antibiotik dosis tinggi dan obat-obatan penunjang lainnya. Meski pada suatu titik fungsi paru-paru dan ginjalnya sempat dilaporkan stabil berkat bantuan alat medis, situasi kembali memburuk pada Agustus 2025.
Kala itu, sang putri harus mulai menjalani sesi dialisis atau cuci darah karena fungsi ginjalnya yang terus merosot. Pemberian antibiotik spektrum luas juga terus dilakukan untuk meredam infeksi yang ada dalam tubuhnya. Upaya medis maksimal ini dilakukan demi mempertahankan stabilitas organ-organ vital sang putri.
Kondisi Kritis Setelah Tiga Tahun Koma
Laporan terbaru yang dirilis oleh Biro Rumah Tangga Kerajaan pada Kamis (21/5/2026) membawa kabar yang kurang menggembirakan. Kondisi Putri Bha disebut semakin serius dengan tanda-tanda vital yang tidak menentu, termasuk detak jantung yang tidak teratur, tekanan darah yang rendah, hingga masalah pembekuan darah yang abnormal.
“Infeksi yang dialami sang putri kini dilaporkan sudah tidak terkendali dan mulai memberikan dampak sistemik pada organ tubuh lainnya,” ungkap pernyataan resmi pihak istana. Bahkan, pada April 2026 kemarin, ditemukan komplikasi tambahan berupa infeksi lambung yang menyebabkan peradangan serius pada bagian ususnya.
Saat ini, keberlangsungan hidup sang putri sepenuhnya bergantung pada alat bantu medis serta dukungan obat-obatan untuk menopang fungsi paru-paru dan ginjalnya. Tim dokter Rumah Sakit Palang Merah Chulalongkorn berkomitmen untuk terus memantau perkembangan sang putri dengan sangat cermat sembari memberikan perawatan medis tingkat lanjut di tengah situasi yang kian menantang ini.