Ikuti Kami
kabarmalam.com

Diplomasi Secangkir Teh: Menbud Fadli Zon Pertegas Akar Budaya Indonesia-China dalam ‘Tea for Harmony’

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 21 Mei 2026 20:04 WIB
Diplomasi Secangkir Teh: Menbud Fadli Zon Pertegas Akar Budaya Indonesia-China dalam ‘Tea for Harmony’

Kabarmalam.com — Di tengah hiruk-pikuk pusat bisnis SCBD Jakarta, aroma harum seduhan daun teh menjadi simbol kehangatan diplomasi yang melampaui sekat negara. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir secara langsung dalam perayaan Hari Teh Internasional bertajuk ‘Tea for Harmony, Shared Beauty’ yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Discovery SCBD Hotel. Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah ruang refleksi atas panjangnya jalinan sejarah dan persahabatan antarperadaban.

Harmoni dalam Tradisi dan Teknologi

Gelaran tersebut menyuguhkan perpaduan apik antara warisan masa lalu dan inovasi masa depan. Pengunjung disuguhi demonstrasi seni teh China yang meditatif, pameran kekayaan teh khas Nusantara, hingga atraksi robotik yang secara unik memadukan kecanggihan teknologi dengan nilai-nilai tradisional. Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini sebagai langkah konkret mempererat pertukaran budaya serta hubungan emosional masyarakat kedua negara.

Baca Juga  Komitmen Pulihkan Aceh hingga Sumut, Kemensos Siapkan Tambahan Bantuan Pascabencana Rp 1 Triliun

Fadli menekankan bahwa teh telah bertransformasi dari sekadar minuman menjadi bahasa universal. “Teh yang sederhana namun penuh makna dapat menjadi jembatan antarperadaban. Budaya memiliki kekuatan untuk membangun perdamaian, memperkuat kerja sama internasional, dan menciptakan ruang dialog yang saling menghormati,” ungkapnya dengan nada optimis.

Jejak UNESCO dan Kekuatan Budaya Nusantara

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga memuji keberhasilan China dalam mendaftarkan teknik pengolahan teh tradisional mereka ke dalam Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada tahun 2022. Hal ini, menurutnya, menjadi inspirasi bagi Indonesia yang juga memiliki sejarah panjang sebagai salah satu produsen teh utama dunia.

Ia memaparkan bahwa Indonesia saat ini merupakan negara mega diversity dengan 16 warisan budaya yang telah diakui UNESCO, mulai dari wayang, batik, hingga jamu. Menariknya, Fadli melihat adanya titik temu yang kuat antara tradisi herbal Indonesia melalui jamu dengan teknik pengobatan tradisional berbasis teh dari Tiongkok. Keduanya berakar pada pengetahuan lokal yang mengedepankan kesehatan preventif dan harmoni dengan alam.

Baca Juga  Refleksi Iduladha 1447 H: Fadli Zon Ajak Masyarakat Perkuat Fondasi Solidaritas dan Kemanusiaan

Dialog Berabad-abad Melalui Jalur Perdagangan

Lebih dalam lagi, Menbud menjelaskan bahwa hubungan antara Indonesia dan China telah terpahat kuat selama berabad-abad melalui jalur perdagangan dan migrasi. Pengaruh budaya Tiongkok sangat terasa dalam estetika seni lokal, seperti motif batik pesisir, seni wayang kulit, hingga kesamaan artistik antara Opera Peking dengan berbagai seni pertunjukan tradisional di Indonesia.

“Contoh-contoh ini membuktikan bahwa budaya tumbuh subur melalui dialog, adaptasi, dan rasa saling menghormati,” tambah Fadli. Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperluas kerja sama di bidang industri kreatif, museum, pendidikan, hingga pertukaran pemuda.

Teh sebagai Pesan Perdamaian

Senada dengan Menbud, Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, menyebut teh sebagai pembawa pesan perdamaian lintas negara. Baginya, filosofi teh mencerminkan inklusivitas. “Dalam upacara minum teh, setiap orang menikmati teh yang sama dan disajikan dengan penuh penghormatan. Teh mengajarkan harmoni,” tuturnya.

Baca Juga  Rahasia di Balik Kilatan Cahaya Putih Langit Bekasi: Penjelasan BRIN Mengenai Fenomena Meteor Terang

Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin yang turut hadir menekankan pentingnya instrumen diplomasi budaya seperti ini di tengah dinamika global. Menurutnya, persahabatan sejati lahir dari harmoni dalam keberagaman, persis seperti rasa unik yang dihasilkan dari berbagai jenis daun teh yang berbeda.

Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Transmigrasi RI M. Iftitah Sulaiman Suryanagara beserta jajaran diplomat negara sahabat, menandai betapa kuatnya dukungan terhadap penguatan hubungan internasional berbasis kebudayaan yang berkelanjutan.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul