Ikuti Kami
kabarmalam.com

Komitmen Pulihkan Aceh hingga Sumut, Kemensos Siapkan Tambahan Bantuan Pascabencana Rp 1 Triliun

Husnul | kabarmalam.com
Rabu, 20 Mei 2026 23:05 WIB
Komitmen Pulihkan Aceh hingga Sumut, Kemensos Siapkan Tambahan Bantuan Pascabencana Rp 1 Triliun

Kabarmalam.com — Upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di ujung barat Indonesia terus mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Kementerian Sosial (Kemensos) mengonfirmasi tengah mematangkan penyaluran dana bantuan pascabencana tahap lanjutan dengan nilai fantastis, yakni menembus angka Rp 1 triliun. Alokasi dana segar ini ditujukan khusus bagi masyarakat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah berjuang bangkit dari dampak sisa bencana.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menegaskan bahwa kucuran dana ini merupakan mandat langsung dari Presiden melalui Satuan Tugas (Satgas) yang dikoordinasikan oleh Kementerian Dalam Negeri. Penyaluran bantuan yang sangat dinanti ini dijadwalkan akan mulai bergulir pada pekan depan, setelah seluruh data penerima manfaat melewati proses verifikasi yang ketat di tingkat daerah.

Skema Bantuan Komprehensif: Dari Santunan Hingga Jaminan Hidup

Langkah ini merupakan kelanjutan dari komitmen pemerintah yang sebelumnya telah menyalurkan bantuan tahap pertama dengan nilai hampir serupa. Gus Ipul menjelaskan bahwa bantuan kali ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kebutuhan vital para penyintas agar roda ekonomi di daerah kembali berputar.

Baca Juga  Tragedi Berdarah di Sanliurfa: Penembakan Massal Guncang Sekolah di Turki, 16 Orang Terluka

“Kami bergerak berdasarkan data terverifikasi dari kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat. Nilainya melebihi Rp 1 triliun untuk tahap ini,” ujar Gus Ipul usai menerima kunjungan kerja Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, di Jakarta Pusat.

Adapun rincian bantuan pascabencana yang disiapkan mencakup beberapa poin krusial, antara lain:

  • Santunan kematian bagi keluarga ahli waris korban jiwa.
  • Santunan luka berat sebesar Rp 5 juta per individu.
  • Bantuan stimulan untuk penguatan sosial ekonomi warga.
  • Bantuan pengisian perabot rumah tangga bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
  • Jaminan hidup (Jadup) yang diberikan selama masa pemulihan tiga bulan.

Memastikan Bansos Reguler Tetap Mengalir

Meski fokus pada pemulihan bencana, Gus Ipul menjamin bahwa program rutin tidak akan terganggu. Pemerintah memastikan bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk triwulan kedua saat ini sedang dalam proses penyaluran kepada jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh tanah air.

Baca Juga  Sakit Hati Ditolak Hubungan Badan, Kakek di Batu Bara Tega Habisi Nyawa Selingkuhan di Kamar Hotel

Di sisi lain, tantangan besar membayangi wilayah Aceh. Dampak bencana yang masif dilaporkan telah memicu pergeseran struktur ekonomi masyarakat secara drastis. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengungkapkan kekhawatirannya terkait fenomena kemiskinan baru di mana banyak warga yang sebelumnya berada di kelas ekonomi menengah (desil 8-10), kini terperosok ke kategori rentan atau desil 2 akibat kehilangan harta benda.

Harapan Perluasan Jaminan Kesehatan

Menyikapi fenomena tersebut, Pemerintah Provinsi Aceh melayangkan usulan agar sekitar 800 ribu warga terdampak diakomodasi dalam skema Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). Saat ini, baru sekitar setengah dari angka tersebut yang berhasil ditanggung oleh anggaran Kemensos.

“Kami memohon dukungan tambahan agar masyarakat kami mendapatkan proteksi kesehatan yang layak di tengah masa sulit ini. Selain itu, kami berharap Anggaran Belanja Tambahan (ABT) khusus rehabilitasi bencana untuk Aceh sebesar Rp 1,039 triliun dapat segera dicairkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi daerah yang sempat melambat,” pungkas Fadhlullah.

Baca Juga  Tragedi Lebanon Selatan: Serangan Israel di Tengah Gencatan Senjata Tewaskan 10 Warga, Termasuk Anak-anak

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini, diharapkan proses ekonomi daerah di wilayah Sumatera dapat segera pulih dan masyarakat bisa kembali merajut masa depan yang lebih stabil pascatragedi melanda.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul