Kekecewaan di Jalur Rasuna Said: Warga ‘Kecele’ Saat CFD Ditiadakan Mendadak
Minggu, 17 Mei 2026 10:04 WIB
Kabarmalam.com — Langit biru Jakarta Selatan pada Minggu pagi biasanya menjadi saksi bisu keriuhan warga yang memadati aspal tanpa gangguan kendaraan. Namun, pemandangan berbeda tampak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said pada Minggu (17/5/2026). Harapan warga untuk menikmati udara segar tanpa polusi harus pupus setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk meniadakan sementara pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan tersebut.
Antusiasme yang Berujung Sia-sia
Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB, denyut aktivitas olahraga sebenarnya masih terasa di sekitar Stasiun LRT Kuningan hingga area Rasuna Said. Puluhan warga dengan atribut olahraga lengkap—mulai dari sepatu lari hingga jersey berkelompok—tampak kebingungan saat melihat kendaraan bermotor masih melaju bebas di jalur yang mereka harapkan menjadi area steril.
Lantaran jalur utama tetap dibuka untuk lalu lintas umum, warga akhirnya terpaksa memadati trotoar yang sempit untuk tetap menjalankan niat gaya hidup sehat mereka. Tak sedikit yang datang bersama keluarga besar, termasuk anak-anak yang semula sudah siap bersepeda atau sekadar berlarian.
Cerita dari Balik Trotoar: Dari Depok Hingga Benhil
Salah satu warga yang merasa paling terpukul adalah Ina (45), seorang ibu asal Depok yang rela menempuh perjalanan jauh demi mencoba suasana baru CFD di Rasuna Said. Ia mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya pengumuman peniadaan tersebut.
“Begitu turun dari LRT Jakarta, saya bingung kok suaranya masih ramai kendaraan. Ternyata zonk, kena prank kita hari ini. Padahal niatnya mau merasakan suasana beda, eh malah kecele. Akhirnya ya sudahlah, kita olahraga sendiri saja di trotoar seadanya,” keluh Ina dengan nada kecewa saat ditemui tim redaksi.
Kekecewaan serupa dirasakan oleh Nawal (18), putra Ina. Baginya, hari ini seharusnya menjadi momen perdana mencoba lintasan lari di Kuningan. Namun, alunan suara klakson mobil dan deru mesin motor justru menjadi penyambut kedatangannya.
Tak jauh dari sana, Waluyo (60), seorang warga dari Bendungan Hilir, juga tampak kebingungan menyusuri trotoar. Pria paruh baya yang terbiasa berolahraga di kawasan Sudirman-HI ini sengaja datang ke Rasuna Said untuk mencari variasi pemandangan.
“Minggu lalu saya malah tidak tahu kalau ada CFD di sini. Pas sekarang saya datang niat mencoba, eh malah ditiadakan. Ya sudah, ini saya jalan kaki saja balik lagi ke arah Benhil lewat Satrio,” ujar Waluyo pasrah.
Harapan untuk Ruang Terbuka Baru
Meski harus pulang dengan perasaan kecewa, Waluyo dan warga lainnya tetap berharap agar Pemprov DKI rutin menggelar CFD di kawasan Rasuna Said. Menurut mereka, kehadiran area bebas kendaraan di jalur protokol ini sangat krusial untuk memecah kepadatan massa yang selama ini menumpuk di Bundaran HI dan Sudirman.
Peniadaan sementara ini disebut-sebut sebagai bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan pihak berwenang terkait dampak lalu lintas dan aksesibilitas bagi fasilitas publik di sekitar lokasi. Hingga berita ini diturunkan, warga masih berharap ada informasi yang lebih masif jika terjadi perubahan jadwal di masa mendatang agar momen akhir pekan mereka tidak berakhir sia-sia.