Ikuti Kami
kabarmalam.com

Terkuak! SDA Beberkan Alasan Aliran Air Begitu Deras di Bawah Jalan Amblas Lenteng Agung

Husnul | kabarmalam.com
Sabtu, 30 Mei 2026 14:34 WIB
Terkuak! SDA Beberkan Alasan Aliran Air Begitu Deras di Bawah Jalan Amblas Lenteng Agung

Kabarmalam.com — Fenomena aliran air yang menderu deras di balik aspal yang amblas di kawasan Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya terungkap. Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) SDA Kecamatan Jagakarsa, Sartono, memberikan penjelasan mendalam mengenai kondisi yang sempat memicu kekhawatiran para pengguna jalan tersebut.

Menurut Sartono, derasnya arus air yang terlihat di lubang jalan amblas tersebut sebenarnya merupakan luapan air yang sempat tertahan atau ‘mengantre’ di bagian hulu. Kerusakan struktur jalan yang terjadi sebelumnya menyebabkan sumbatan signifikan, sehingga volume air menumpuk di bagian atas saluran dan tidak bisa mengalir dengan normal.

Efek ‘Bottleneck’ yang Mulai Terurai

Sartono menjelaskan bahwa situasi ini berubah ketika tim mulai melakukan perbaikan di bagian hilir. Upaya penggantian material saluran menggunakan box culvert di ujung jembatan atau titik crossing membuat jalur air perlahan mulai terbuka.

Baca Juga  Optimisme Marco Rubio: Sinyal Kuat Berakhirnya Ketegangan AS-Iran dalam 24 Jam

“Begitu semalam dikerjakan dan diganti dengan box culvert, aliran air mulai terbuka sedikit demi sedikit. Hal inilah yang memicu arus terlihat sangat kencang karena volume air yang tadinya menumpuk di atas kini mulai mengalir turun,” ujar Sartono saat dikonfirmasi pada Sabtu (30/5/2026).

Kabar baiknya, pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa debit air di bagian hulu sudah mulai menyusut. Meskipun proses penurunan volume air berlangsung perlahan karena pengerjaan crossing belum tuntas sepenuhnya, kondisi ini menandakan perbaikan mulai menunjukkan hasil positif.

Tantangan Cuaca dan Risiko Gerusan

Meski aliran air mulai terkendali, derasnya arus tersebut diakui berdampak pada dimensi lubang yang tampak semakin membesar akibat gerusan air. Pihak SDA kini terus memantau situasi dan berharap faktor cuaca tetap bersahabat agar proses pemulihan infrastruktur Jakarta ini tidak terhambat.

Baca Juga  Tragedi Maut di Bendungan Hilir: Teka-teki Pelarian Berdarah PRT dari Lantai 4 Rumah Kos

“Kami berharap cuaca tidak ekstrem dan tidak turun hujan lebat. Seiring berjalannya waktu, volume air akan terus berkurang,” tambahnya.

Strategi Perbaikan Malam Hari Demi Hindari Macet

Terkait teknis pengerjaan, Sartono menegaskan bahwa fokus perbaikan alat berat tetap dilakukan pada malam hari. Langkah ini diambil untuk meminimalisir risiko gangguan lalu lintas (lalin) di jalur sibuk Lenteng Agung yang dikenal padat pada siang hari.

“Risikonya sangat besar kalau kita bekerja siang hari, terutama terkait kemacetan. Tim kami tetap bersiaga di lokasi untuk antisipasi, namun pengerjaan utama dilakukan saat volume kendaraan berkurang,” jelasnya.

Di lokasi kejadian, petugas juga telah melakukan langkah preventif dengan memasang pelat besi di atas titik yang amblas agar kendaraan tetap bisa melintas. Selain itu, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) terlihat sigap mengamankan sejumlah tiang listrik dan utilitas internet di sekitar lubang dengan tali pengaman untuk mencegah risiko roboh akibat tanah yang labil.

Baca Juga  Menilik Kesiapan Parlemen di Jantung Nusantara: Kunjungan Strategis MPR RI ke IKN dan Teka-teki Waktu Kepindahan

Koordinasi lintas sektoral antara SDA, Dishub, dan Satpol PP terus diperkuat guna memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung secara menyeluruh.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul