Ikuti Kami
kabarmalam.com

Tragedi Maut di Bendungan Hilir: Teka-teki Pelarian Berdarah PRT dari Lantai 4 Rumah Kos

Husnul | kabarmalam.com
Kamis, 23 Apr 2026 21:10 WIB
Tragedi Maut di Bendungan Hilir: Teka-teki Pelarian Berdarah PRT dari Lantai 4 Rumah Kos

Kabarmalam.com — Sebuah peristiwa memilukan mengguncang kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, ketika dua orang pekerja rumah tangga (PRT) nekat melompat dari lantai empat sebuah gedung kos pada Rabu (22/4) malam. Aksi nekat yang diduga dilandasi rasa putus asa ini berakhir tragis dengan satu korban jiwa.

Insiden yang terjadi di tengah hiruk-pikuk Jakarta Pusat tersebut mengakibatkan korban berinisial R mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian. Sementara itu, rekannya yang berinisial M berhasil selamat namun harus menderita luka serius berupa patah tulang tangan akibat benturan keras setelah menghantam permukaan tanah.

Dugaan Kekejaman Majikan di Balik Tragedi

Pihak kepolisian kini tengah mendalami motif di balik keputusan ekstrem kedua korban untuk mengakhiri pelarian mereka dengan cara yang sangat berisiko. Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, terdapat pengakuan mengejutkan mengenai perlakuan sang majikan yang disebut-sebut menjadi pemicu utama aksi nekat tersebut.

Baca Juga  Fuji Mencak-mencak! Uang Hasil Keringat Diduga Digasak Eks Admin untuk Hadiah Mobil Sang Kekasih

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, mengungkapkan bahwa penyidik sedang menelusuri klaim mengenai sikap majikan yang dinilai “sadis” oleh para korban. “Mereka itu merasa tidak betah karena majikannya dikatakan sadis. Kami masih mendalami definisi sadis tersebut, apakah mengarah pada tindakan fisik atau tekanan verbal. Yang jelas, pengakuannya mereka merasa sangat tertekan dan tidak tahan bekerja di sana,” ujar Roby saat memberikan keterangan kepada media.

Meskipun korban yang selamat belum menceritakan adanya indikasi penganiayaan fisik secara gamblang, polisi mencatat adanya pola komunikasi yang sangat keras atau temperamental yang membuat kedua PRT tersebut merasa terpojok dan tidak memiliki pilihan lain selain melarikan diri, bahkan dengan cara melompat dari ketinggian.

Baca Juga  Amukan Si Jago Merah Hanguskan Gedung D Ditjen Bina Pemdes Kemendagri di Pasar Minggu

Polisi Pastikan Akan Periksa Majikan

Guna mengungkap tabir di balik kasus hukum ini, Polres Metro Jakarta Pusat memastikan akan segera memanggil majikan dari kedua PRT tersebut untuk menjalani pemeriksaan intensif. Langkah ini krusial untuk menentukan apakah ada unsur pidana terkait pelanggaran hak pekerja atau potensi kekerasan yang terjadi di dalam lingkungan kerja tersebut.

“Kami tidak ingin berspekulasi lebih jauh sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai. Semua pihak yang terlibat, termasuk majikan, pastinya akan kami mintai klarifikasi secara resmi untuk mencocokkan keterangan saksi yang ada,” tegas AKBP Roby Saputra.

Kejadian ini kembali memicu diskusi hangat di tengah masyarakat mengenai pentingnya perlindungan terhadap hak-hak asisten rumah tangga di lingkungan perkotaan yang seringkali berada dalam ruang privat yang minim pengawasan. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan di lokasi kejadian untuk memperkuat konstruksi perkara.

Baca Juga  Konsistensi Kawal Integritas Hukum, Bambang Soesatyo Raih Penghargaan Bergengsi KWP Awards 2026
Tentang Penulis
Husnul
Husnul