Ikuti Kami
kabarmalam.com

Bukan Sekadar Tren Viral, Begini Cara Bikin Ubi Cream Cheese Jadi Menu Super Sehat Ala Pakar Gizi

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 17 Mei 2026 13:36 WIB
Bukan Sekadar Tren Viral, Begini Cara Bikin Ubi Cream Cheese Jadi Menu Super Sehat Ala Pakar Gizi

Kabarmalam.com — Demam camilan ubi dengan balutan cream cheese belakangan ini tengah menjajah lini masa media sosial. Aroma manis ubi panggang yang berpadu dengan gurihnya keju krim membuat banyak orang rela mengantre panjang demi mencicipi kudapan yang dianggap lebih sehat dibanding gorengan ini. Namun, di balik kelezatannya, apakah kandungan nutrisinya sudah benar-benar seimbang?

Pakar spesialis gizi klinik, dr. Tjandraningrum, SpGK, memberikan sudut pandang menarik mengenai fenomena kuliner ini. Menurutnya, kombinasi karbohidrat dan lemak seperti ubi dan keju sebenarnya bukanlah hal baru dalam dunia gastronomi. Sebelum ubi naik daun, cream cheese sudah lebih dulu akrab dipadukan dengan roti.

Kombinasi Klasik yang Berulang

“Sebenarnya, ubi dan cream cheese itu hanyalah variasi menu. Dasarnya sama, yaitu kombinasi antara karbohidrat dan lemak. Jika dulu kita sering melihat keju krim ini dioleskan di atas roti, sekarang trennya bergeser ke ubi,” ungkap dr. Tjandra saat berbincang dengan tim redaksi.

Baca Juga  Dilema Ubi Cream Cheese yang Sedang Viral: Antara Tren Kuliner dan Target Diet Sehat

Meskipun ubi merupakan sumber karbohidrat kompleks yang baik, dr. Tjandra mengingatkan bahwa sajian viral ini memiliki satu kekurangan besar: rendah protein. Jika kita hanya mengandalkan ubi dan topping keju, kebutuhan gizi harian kita belum terpenuhi secara optimal dalam sekali makan.

Lubang Nutrisi pada Camilan Viral

Masalah utama dari ubi cream cheese versi standar adalah kandungan proteinnya yang sangat minim, mungkin hanya berkisar di angka 2 gram saja. Padahal, untuk satu porsi makan yang ideal, tubuh manusia membutuhkan sekitar 10 hingga 20 gram protein agar fungsi metabolisme berjalan lancar.

“Protein memiliki peran krusial dalam menjaga massa otot, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, serta memberikan efek kenyang yang lebih lama,” jelasnya. Tanpa asupan protein yang cukup, kita mungkin akan merasa cepat lapar kembali meskipun baru saja menyantap ubi yang mengenyangkan.

Baca Juga  Menakar Sisi Sehat di Balik Gurihnya Ubi Cream Cheese yang Sedang Viral

Rahasia Modifikasi: Tambahkan ‘Protein Booster’

Agar camilan ini naik kelas menjadi makanan sehat yang lengkap, dr. Tjandra menyarankan masyarakat untuk berkreasi dengan menambahkan sumber protein lain sebagai topping atau pendamping. Berikut adalah beberapa variasinya:

  • Kacang-kacangan: Tambahkan edamame atau kacang sangrai untuk tekstur renyah dan asupan protein nabati.
  • Telur: Ini adalah cara paling praktis. Telur rebus atau telur orak-arik bisa menjadi pendamping sempurna untuk menyeimbangkan lemak baik.
  • Daging Ayam: Untuk rasa yang lebih gurih, ayam suwir atau ayam giling yang telah dibumbui bisa disisipkan ke dalam ubi.

Tak hanya soal rasa, riset dalam jurnal Diabetes Care juga memperkuat teori ini. Mengonsumsi protein bersama karbohidrat terbukti mampu memperlambat proses pengosongan lambung. Hasilnya? Kenaikan gula darah setelah makan menjadi lebih stabil dan tidak melonjak drastis.

Baca Juga  Bukan Sekadar Makanan Kemasan, Ini 5 Produk yang Sering Keliru Dicap Sebagai UPF

Seimbang Itu Perlu

Menikmati makanan yang sedang tren tentu boleh-boleh saja, namun tetap cerdas dalam memilah nutrisi adalah kunci. Dengan menambahkan sentuhan protein pada ubi cream cheese favorit Anda, Anda tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memberikan investasi kesehatan bagi tubuh untuk jangka panjang.

Jadi, sebelum Anda kembali mengantre ubi viral besok pagi, pastikan Anda sudah memikirkan tambahan protein apa yang akan Anda sajikan di atasnya agar agenda diet sehat Anda tetap terjaga.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid