Ikuti Kami
kabarmalam.com

Efektif dan Murah! Peneliti Temukan Bawang Bombay Bisa Turunkan Gula Darah Hingga 50 Persen

Wahid | kabarmalam.com
Kamis, 14 Mei 2026 08:34 WIB
Efektif dan Murah! Peneliti Temukan Bawang Bombay Bisa Turunkan Gula Darah Hingga 50 Persen

Kabarmalam.com — Menjaga stabilitas kadar gula darah tetap normal sering kali menjadi tantangan berat bagi para penyintas diabetes tipe 2. Namun, sebuah kabar baik muncul dari ranah medis melalui penemuan sederhana yang selama ini mungkin hanya kita anggap sebagai bumbu dapur biasa: bawang bombay. Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ekstrak sayuran ini memiliki potensi luar biasa dalam menekan lonjakan glukosa secara signifikan.

Potensi Besar di Balik Lapisan Bawang Bombay

Sebuah studi mendalam yang dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah di San Diego menunjukkan hasil yang mengejutkan. Ekstrak dari umbi bawang bombay atau Allium cepa terbukti mampu menurunkan kadar gula darah tinggi hingga 50 persen pada subjek uji coba yang mengalami diabetes. Temuan ini memberikan harapan baru sebagai pendamping terapi medis konvensional menggunakan metformin.

Baca Juga  Hati-hati! Ketika Diare Menjadi 'Kamuflase' Serangan Jantung, Begini Penjelasan Medisnya

Anthony Ojieh, seorang peneliti utama dari Delta State University, Nigeria, menekankan betapa pentingnya temuan ini. Menurutnya, bawang bombay bukan hanya sekadar bahan masakan, tetapi juga merupakan suplemen nutrisi yang ekonomis dan mudah ditemukan di pasar manapun. “Bawang bombay memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari pengobatan pasien diabetes,” ungkap Ojieh dalam laporan tersebut.

Uji Klinis dan Efek Terhadap Metabolisme

Dalam eksperimen tersebut, tim peneliti mengamati efek pemberian berbagai dosis ekstrak bawang bombay—mulai dari 200 mg hingga 600 mg per kilogram berat badan—kepada tikus yang mengalami kondisi diabetes. Hasilnya, dosis 400 mg dan 600 mg menunjukkan performa paling impresif, yakni masing-masing menurunkan kadar gula darah puasa sebesar 50 persen dan 35 persen dibandingkan dengan kondisi awal.

Menariknya, meskipun tidak mengandung kalori tinggi, ekstrak ini justru meningkatkan berat badan pada subjek yang sehat (non-diabetes). Ojieh menjelaskan bahwa fenomena ini kemungkinan terjadi karena bawang bombay memicu laju metabolisme yang lebih cepat, yang pada gilirannya meningkatkan nafsu makan. Meskipun mekanisme pastinya masih dalam penelitian lebih lanjut, potensi zat aktif di dalamnya dianggap sangat menjanjikan.

Baca Juga  Dilema Ubi Cream Cheese yang Sedang Viral: Antara Tren Kuliner dan Target Diet Sehat

Langkah Nyata Mengelola Diabetes

Meski temuan tentang bawang bombay ini sangat menggembirakan, para ahli tetap mengingatkan pentingnya pola hidup sehat yang terukur. Kementerian Kesehatan RI sendiri telah lama menyarankan pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak agar tidak melebihi batas aman, yakni sekitar empat sendok makan gula per hari.

Selain diet, aktivitas fisik menjadi kunci utama lainnya. dr. Erpryta Nurdia Tetrasiwi, SpPD, seorang spesialis penyakit dalam, menyarankan masyarakat untuk konsisten berolahraga minimal 150 menit dalam seminggu. “Idealnya dilakukan 3 hingga 5 kali seminggu. Jangan sampai ada jeda istirahat lebih dari dua hari berturut-turut agar manfaatnya bagi metabolisme tetap terjaga,” tuturnya.

Pentingnya Skrining Rutin

Diagnosis dini melalui skrining kesehatan adalah langkah yang tidak boleh diabaikan. Untuk mengetahui apakah seseorang berada dalam fase pre-diabetes atau sudah menderita diabetes melitus, diperlukan pemeriksaan laboratorium seperti tes gula darah puasa atau HbA1c. Tes HbA1c sangat direkomendasikan karena mampu memotret rata-rata kadar gula darah dalam kurun waktu 2 hingga 3 bulan terakhir.

Baca Juga  Rahasia di Balik 'Blank' Mendadak: Mengapa Kita Sering Lupa Tujuan Saat Memasuki Ruangan?

Dengan kombinasi antara konsumsi makanan sehat seperti bawang bombay, olahraga teratur, dan pemantauan medis secara berkala, risiko komplikasi serius akibat diabetes dapat ditekan seminimal mungkin. Tetap waspada dan mulailah memperhatikan kesehatan Anda dari hal-hal kecil di dapur sendiri.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid