Buka Keterisolasian Desa, Polda Riau Tuntaskan Pembangunan 39 Jembatan di Tahap Kedua
Kamis, 14 Mei 2026 22:03 WIB
Kabarmalam.com — Langkah nyata dalam membuka isolasi wilayah di pelosok Bumi Lancang Kuning terus digeber oleh Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Memasuki tahap kedua program strategisnya, sebanyak 39 infrastruktur jembatan desa kini telah rampung dibangun dan siap digunakan oleh masyarakat untuk memperlancar roda aktivitas sehari-hari.
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan bahwa proyek ini merupakan manifestasi dari semangat Polri Presisi yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai solusi atas kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, jembatan-jembatan ini adalah urat nadi baru yang menghubungkan asa warga menuju masa depan yang lebih cerah.
“Jembatan bukan sekadar struktur beton atau kayu yang menghubungkan dua wilayah. Lebih dari itu, ini adalah penyambung harapan bagi anak-anak untuk bersekolah, bagi petani untuk membawa hasil bumi, dan bagi warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan cepat,” ujar Irjen Pol Herry Heryawan dalam keterangan resminya, Kamis (14/5/2026).
Gotong Royong dan Dedikasi Personel di Lapangan
Keberhasilan pembangunan ini tidak lepas dari peran aktif Satgas Darurat Pembangunan Jembatan. Sebanyak 120 personel gabungan dari Satbrimob, Ditsamapta, hingga Ditpolairud Polda Riau diterjunkan langsung ke lapangan. Mereka bekerja bahu-membahu dengan masyarakat setempat, mengedepankan semangat gotong royong dalam setiap proses pengerjaan.
Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, menjelaskan bahwa intervensi yang dilakukan mencakup pembangunan konstruksi baru hingga renovasi total pada jembatan yang sebelumnya sudah dalam kondisi sangat memprihatinkan dan membahayakan nyawa pelintas.
“Target kami adalah keamanan dan kelancaran. Banyak jembatan yang dulunya rusak parah kini sudah kokoh berdiri, sehingga masyarakat tidak perlu lagi merasa khawatir saat melintas,” tutur Ketut.
Sebaran Wilayah dan Proyek Berkelanjutan
Puluhan jembatan yang telah selesai dikerjakan tersebar merata di berbagai kabupaten dan kota di Riau, mulai dari wilayah Siak, Dumai, Rokan Hilir, hingga Indragiri Hulu. Cakupan lainnya meliputi Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, hingga Kuantan Singingi.
Meski 39 jembatan telah berdiri tegak, komitmen Polda Riau tidak berhenti di situ. Saat ini, terdapat 37 jembatan lainnya yang tengah digarap dengan progres yang bervariasi, dari tahap pondasi hingga penyelesaian akhir. Selain itu, tujuh titik lokasi baru juga telah masuk dalam tahap persiapan konstruksi.
Salah satu proyek mercusuar yang tengah menjadi sorotan adalah pembangunan jembatan sepanjang 168 meter di Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Indragiri Hilir. Proyek ini diproyeksikan menjadi kunci utama dalam memutus isolasi wilayah di kawasan tersebut.
Implementasi Arahan Presiden untuk Inklusi Sosial
Program pembangunan jembatan desa ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya keselamatan, akses pendidikan yang merata, serta inklusi sosial bagi masyarakat pedesaan. Dengan infrastruktur yang memadai, diharapkan disparitas ekonomi antarwilayah dapat terkikis secara perlahan.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara melalui Polri. Saat akses terbuka, ekonomi bergerak, dan pendidikan menjadi lebih terjangkau, di situlah marwah masyarakat terjaga,” pungkas Irjen Herry.