Terancam Penjara Seumur Hidup, Tersangka Penembak Donald Trump di Gala Dinner Klaim Tak Bersalah
Senin, 11 Mei 2026 22:43 WIB
Kabarmalam.com — Drama hukum menyusul insiden mencekam di Washington D.C. memasuki babak baru. Cole Allen, pria asal California yang dituduh melepaskan tembakan dalam upaya percobaan pembunuhan terhadap Donald Trump pada acara gala dinner bulan lalu, secara resmi menyatakan dirinya tidak bersalah di hadapan pengadilan distrik federal ibu kota.
Mengenakan jumpsuit oranye dengan tangan terborgol, pria berusia 31 tahun itu tampil di ruang sidang dengan pengawalan ketat. Allen kini harus berhadapan dengan konsekuensi hukum yang sangat berat setelah aksi nekatnya pada 25 April silam di acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih menggegerkan publik Amerika Serikat.
Kronologi Aksi Nekat Sang Insinyur
Jaksa penuntut memaparkan profil Allen yang kontradiktif dengan tindakannya. Pria ini diketahui merupakan seorang guru sekaligus insinyur berpendidikan tinggi. Namun, di balik latar belakang intelektualnya, Allen diduga telah merencanakan serangan ini dengan matang. Ia menempuh perjalanan panjang dari kediamannya di California menuju Washington menggunakan kereta api.
Tak tanggung-tanggung, Allen membawa “gudang senjata” portabel yang terdiri dari senapan, pistol, hingga koleksi pisau. Berdasarkan laporan yang dihimpun, tersangka berhasil menerobos pos pemeriksaan keamanan di hotel tempat acara berlangsung sebelum akhirnya dihentikan oleh aparat.
Detik-Detik Ketegangan di Gala Dinner
Saat suara tembakan memecah suasana makan malam yang dihadiri oleh para elit politik, jurnalis, dan selebriti tersebut, agen Secret Service bergerak cepat mengevakuasi Donald Trump dari lokasi. Meski Allen tidak sempat mendekati posisi Trump secara langsung, situasi di lantai bawah gedung tersebut sempat mengalami kekacauan luar biasa.
Seorang agen keamanan dilaporkan sempat melepaskan beberapa tembakan ke arah Allen untuk melumpuhkannya, namun tembakan tersebut tidak mengenai sasaran. Allen akhirnya diringkus sesaat setelah ia mencoba menembus perimeter lebih dalam.
Ancaman Hukuman dan Rentetan Teror
Kini, Allen menghadapi empat dakwaan sekaligus, mulai dari percobaan pembunuhan terhadap presiden, pengangkutan senjata api lintas negara bagian untuk tindak kejahatan, penggunaan senjata api dalam kekerasan, hingga penyerangan terhadap petugas federal. Jika terbukti bersalah, hukuman penjara seumur hidup sudah menantinya.
Insiden ini menjadi catatan kelam ketiga bagi keamanan presiden berusia 79 tahun tersebut dalam kurun waktu kurang dari dua tahun. Sebelumnya, Trump pernah menjadi sasaran penembakan saat kampanye di Butler, Pennsylvania, serta insiden bersenjata lainnya di lapangan golf West Palm Beach. Rentetan kejadian ini memicu diskusi hangat mengenai efektivitas protokol keamanan bagi tokoh-tokoh penting di Amerika Serikat.