Ibas Dorong Transformasi Ekonomi Desa di Pacitan Lewat Hunian Layak dan Program Gizi Gratis
Jumat, 08 Mei 2026 16:04 WIB
Kabarmalam.com — Langkah nyata untuk memperkuat fondasi ekonomi dan kesehatan di tingkat desa terus diupayakan oleh Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, atau yang akrab disapa Ibas. Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Pacitan, Ibas secara langsung mengawal implementasi dua program strategis nasional: Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kehadiran Ibas di tengah ratusan warga Ngadirojo, Pacitan, bukan sekadar kunjungan formalitas. Dengan mengusung visi besar ‘Hunian Layak, Keluarga Kuat, Desa Mandiri Bermartabat’, ia menegaskan bahwa rumah yang layak huni adalah kunci utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Hingga saat ini, setidaknya 15 unit rumah warga telah tuntas dibenahi melalui skema bedah rumah dari pemerintah pusat, mengubah hunian yang dulunya memprihatinkan menjadi tempat tinggal yang lebih sehat dan kokoh.
Stimulasi Ekonomi Melalui Sektor Konstruksi Desa
Menurut Ibas, program BSPS memiliki efek domino yang luar biasa bagi stabilitas ekonomi desa. Ia menjelaskan bahwa proses perbaikan rumah-rumah warga secara swadaya melibatkan penggunaan material bangunan yang bersumber dari lingkungan sekitar. Perputaran uang dari pembelian kayu, semen, batu, hingga genteng terjadi di dalam desa, sehingga para pelaku usaha material lokal turut merasakan manfaat finansialnya secara langsung.
“Melalui program yang terlihat sederhana ini, roda ekonomi desa ikut bergerak. Material seperti batu, kayu, hingga genteng berputar di sini, untuk kepentingan warga kita sendiri,” jelas Ibas di hadapan lebih dari 500 warga yang hadir.
Memerangi Stunting dengan Gizi Seimbang
Selain fokus pada infrastruktur hunian, Ibas juga menaruh perhatian besar pada kualitas sumber daya manusia melalui Program Makan Bergizi Gratis. Program ini diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menekan angka stunting di daerah. Menurutnya, asupan gizi yang cukup adalah hak setiap anak Indonesia agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan kompetitif di masa depan.
- Meningkatkan kualitas asupan nutrisi bagi anak-anak di pelosok desa.
- Mendorong penyerapan hasil tani lokal seperti sayuran, buah-buahan, dan daging ayam.
- Memperkuat ketahanan pangan di tingkat rumah tangga secara kolektif.
“Jika program gizi ini berjalan tepat sasaran, maka pertumbuhan ekonomi rakyat akan ikut terkerek naik. Kebutuhan pangan harian akan dipasok dari hasil bumi para petani lokal kita sendiri,” ujar Ibas dengan nada optimis.
Sinergi Pertanian dan Infrastruktur Pendukung
Tak berhenti di situ, Ibas juga menyoroti pentingnya peran koperasi dalam mendukung ekosistem pertanian. Melalui Koperasi Merah Putih, diharapkan kendala distribusi pupuk dan kebutuhan tani lainnya dapat teratasi, sehingga para petani bisa mengakses sarana produksi dengan lebih mudah dan murah.
Sebagai penutup, Ibas berkomitmen untuk terus mendorong penguatan infrastruktur pendukung lainnya, terutama sistem irigasi pertanian. Ketersediaan air yang stabil menjadi faktor krusial guna meningkatkan produktivitas lahan. Kunjungan ini turut didampingi oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayu Aji dan Ketua DPRD Pacitan Arif Setia Budi, yang bersama-sama berkomitmen mewujudkan desa yang mandiri dan bermartabat di seluruh pelosok Pacitan.