Ikuti Kami
kabarmalam.com

Viral Ribuan Motor Berlogo Badan Gizi Nasional, Begini Penjelasan Resmi Dadan Hindayana

Wahid | kabarmalam.com
Rabu, 08 Apr 2026 07:05 WIB
Viral Ribuan Motor Berlogo Badan Gizi Nasional, Begini Penjelasan Resmi Dadan Hindayana

Kabarmalam.com — Jagat maya baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang menampilkan deretan panjang sepeda motor baru lengkap dengan logo instansi Badan Gizi Nasional (BGN). Unggahan tersebut memicu gelombang spekulasi di tengah masyarakat, mulai dari pertanyaan mengenai sumber anggaran hingga tujuan di balik pengadaan armada dalam jumlah besar tersebut.

Menanggapi riuhnya pembicaraan publik, Kepala BGN, Dadan Hindayana, akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi yang komprehensif. Dadan menegaskan bahwa pengadaan kendaraan operasional ini merupakan bagian dari perencanaan strategis yang telah masuk dalam anggaran tahun 2025. Ia meluruskan bahwa motor-motor tersebut memiliki fungsi yang sangat spesifik dan bukan untuk penggunaan umum atau inventaris kantor biasa.

Baca Juga  Mengurai Aliran Dana Rp 1 Triliun per Hari Program Makan Bergizi Gratis: Siapa Saja yang Kecipratan?

Pilar Pendukung Program Makan Bergizi Gratis

Menurut penjelasan Dadan, keberadaan kendaraan ini merupakan instrumen penting untuk menunjang kelancaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi fokus pemerintah. Secara teknis, motor tersebut akan dialokasikan khusus bagi para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

“Pengadaan motor ini memang sudah direncanakan dalam anggaran 2025. Fungsinya sangat fundamental, yakni untuk mendukung mobilitas operasional Kepala SPPG agar distribusi dan pengawasan program di lapangan berjalan maksimal,” ujar Dadan dalam keterangannya di Jakarta.

Proses Administrasi Barang Milik Negara

Meski fisiknya sudah mulai terlihat di publik, Dadan menekankan bahwa armada tersebut belum secara resmi dibagikan kepada para personel di daerah. Saat ini, seluruh unit kendaraan masih dalam tahap verifikasi dan penyelesaian prosedur birokrasi agar tercatat secara sah dalam administrasi negara.

Baca Juga  Ancaman Tersembunyi di Balik Plastik: Jutaan Bayi Terancam Lahir Prematur Akibat Paparan Zat Kimia

“Motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan. Setelah seluruh unit lengkap, tahap selanjutnya adalah pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum akhirnya bisa diterjunkan ke lapangan,” jelasnya lebih lanjut. Ia juga menambahkan bahwa proses pengadaan ini dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025 guna memastikan kesiapan infrastruktur pendukung program MBG di tingkat lokal.

Menepis Kabar Hoaks Mengenai Jumlah Unit

Selain soal peruntukan, Dadan juga memberikan klarifikasi tegas mengenai jumlah unit motor yang sempat simpang siur di media sosial. Ia membantah keras klaim yang menyebutkan bahwa pengadaan mencapai 70.000 unit. Dadan meminta masyarakat untuk lebih jeli dalam menyaring informasi yang belum terverifikasi.

Baca Juga  Transformasi Digital Badan Gizi Nasional: WFH Nyaman tapi Wajib Responsif, Balas Pesan Maksimal 5 Menit

“Informasi mengenai 70.000 unit itu tidak benar atau keliru. Realisasi total untuk motor listrik ini adalah sebanyak 21.801 unit, dari total pesanan sebanyak 25.000 unit untuk tahun anggaran 2025,” tegas Dadan.

Melalui klarifikasi ini, pemerintah berharap publik dapat memahami konteks di balik pengadaan tersebut sebagai upaya konkret untuk memperkuat ketahanan pangan dan gizi nasional melalui jalur birokrasi yang lebih lincah dan efektif di lapangan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid