Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama di Jakarta, Disulap Menjadi Berkah Pangan di Sidrap
Kamis, 30 Apr 2026 00:34 WIB
Kabarmalam.com — Fenomena perbedaan pandangan terhadap alam kembali mencuat, kali ini melibatkan sosok ikan sapu-sapu. Jika di Jakarta spesies ini dianggap sebagai hama invasif yang harus dibasmi demi menjaga ekosistem sungai, kondisi berbanding terbalik justru terjadi di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Di wilayah ini, ikan yang dikenal tangguh tersebut justru dikelola secara kreatif menjadi pakan ternak hingga dikonsumsi oleh warga lokal.
Transformasi Hama Menjadi Pakan Produktif
Langkah inovatif ini dimulai sejak akhir tahun lalu, tepatnya pada November 2025. Para peternak di sekitar Desa Mojong, Kecamatan Watang Sidenreng, mulai melihat potensi besar di balik melimpahnya populasi ikan sapu-sapu di Danau Sidenreng. Muhammad Abu Rizal, Ketua Kelompok Ternak Bebek setempat, mengungkapkan bahwa program pemanfaatan ikan ini menjadi solusi di tengah tantangan biaya pakan yang kian melambung.
“Sejak November tahun lalu, kami mulai menginisiasi program untuk mengolah ikan sapu-sapu ini menjadi pakan ternak,” ujar Rizal. Kehadiran ikan ini di Danau Sidenreng memang sangat masif, sering kali hidup berdampingan dengan hamparan eceng gondok yang memenuhi permukaan air.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Isu Keamanan Pangan
Inisiatif para peternak ini ternyata tidak luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Sidrap. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memberikan sorotan positif terhadap upaya warga dalam mengoptimalkan sumber daya alam yang ada di Danau Sidenreng. Menariknya, Syaharuddin juga mengonfirmasi bahwa sebagian masyarakat mulai menjadikan ikan ini sebagai bahan konsumsi ikan sehari-hari meski dalam skala terbatas.
Menanggapi kekhawatiran mengenai keamanan pangan—mengingat ikan sapu-sapu di daerah perkotaan besar sering kali dicap berbahaya karena polutan—Syaharuddin memberikan jaminan terkait kualitas air di wilayahnya. Menurutnya, ekosistem Danau Sidenreng jauh berbeda dengan perairan di Jakarta yang terpapar limbah industri berat.
Perbedaan Kontaminasi: Jakarta vs Sidrap
“Kandungan di dalam ikan sapu-sapu di Danau Sidenreng ini aman. Tidak ada kontaminasi logam berat karena memang tidak ada aktivitas industri besar di sekitar kawasan danau kami,” tegas Syaharuddin. Ia menambahkan bahwa meski aman dikonsumsi, warga mengolahnya secara selektif karena karakteristik dagingnya yang cenderung sedikit dan memiliki struktur tulang yang cukup dominan.
Pemanfaatan spesies invasif secara bijak seperti yang dilakukan di Sidrap ini menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana sebuah daerah dapat beradaptasi dengan tantangan ekologis. Alih-alih melakukan pembasmian secara masif tanpa hasil, masyarakat Sidrap memilih mengubah ancaman menjadi peluang ekonomi yang bernilai guna bagi keberlangsungan hidup masyarakat lokal.