Ikuti Kami
kabarmalam.com

BNPP Menyala: Membangun Masa Depan Indonesia dari Beranda Depan, Ajak Mahasiswa Jadi Motor Ekonomi Perbatasan

Husnul | kabarmalam.com
Minggu, 26 Apr 2026 14:34 WIB
BNPP Menyala: Membangun Masa Depan Indonesia dari Beranda Depan, Ajak Mahasiswa Jadi Motor Ekonomi Perbatasan

Kabarmalam.com — Garis batas negara kini bukan lagi sekadar simbol kedaulatan yang dijaga dengan ketat, melainkan telah bertransformasi menjadi beranda depan yang menyimpan potensi ekonomi luar biasa. Menyadari hal tersebut, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI kembali menggaungkan semangat pembangunan melalui program unggulan “BNPP MENYALA” (Menyapa Langsung Mahasiswa).

Bertempat di Politeknik Ben Mboi, Universitas Pertahanan (Unhan) RI, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, kuliah umum interaktif ini menjadi ajang bagi para calon pemimpin bangsa untuk menyelami kompleksitas sekaligus peluang di wilayah perbatasan. Acara dibuka oleh Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI, Nurdin, yang memaparkan visi strategis mengenai wajah baru perbatasan Indonesia.

Menggeser Paradigma: Dari Keamanan Menuju Kesejahteraan

Dalam paparannya, Nurdin menekankan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki perbatasan laut dengan sepuluh negara dan perbatasan darat dengan tiga negara tetangga. Dengan cakupan seluas itu, dibutuhkan tata kelola yang tidak hanya kuat, tetapi juga terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan perbatasan tidak boleh lagi hanya dipandang dari sudut pandang pertahanan semata.

Baca Juga  Misi Berisiko Idemitsu Maru: Kapal Tanker Raksasa Jepang Berhasil Tembus Ketegangan Selat Hormuz

“Tanpa ekonomi yang maju dan produktivitas yang tinggi, kesejahteraan akan sulit dicapai. Oleh karena itu, membangun perbatasan berarti membangun ekonomi rakyatnya,” tegas Nurdin dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis BNPP, di bawah kepemimpinan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, untuk membekali generasi muda dengan pemahaman mendalam tentang masa depan Indonesia yang dimulai dari garis batas.

PLBN Sebagai Laboratorium Ekonomi Hidup

Nurdin juga mendorong para mahasiswa Unhan untuk tidak ragu menjadikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai laboratorium belajar lapangan. Peningkatan arus barang dan orang di PLBN Terpadu, seperti Motaain dan Motamasin, adalah indikator nyata kemajuan ekonomi di NTT yang kini menjadi pemasok utama kebutuhan bagi Timor Leste.

Baca Juga  Perkuat Beranda Negara, Mendagri Tito Karnavian Siapkan 15.000 Unit Rumah Layak di Perbatasan

“Masa depan Indonesia bukan hanya ada di Jakarta. Masa depan kita berada di garis batas wilayah negara. Sesuai semboyan BNPP: Kita Jaga Wilayahnya, Kita Sejahterakan Rakyatnya,” lanjutnya dengan nada optimis.

Geopolitik dan Transformasi Digital di Perbatasan

Senada dengan hal tersebut, Kelompok Ahli BNPP RI, Hamidin, menyoroti dinamika geopolitik global yang kian memanas. Ia berargumen bahwa ketegangan dunia berdampak langsung pada stabilitas ekonomi nasional. Maka dari itu, pengelolaan perbatasan masa depan harus mengedepankan kerja sama bilateral yang setara dan berbasis teknologi.

Hamidin mengusulkan penguatan peran Border Liaison Officer (BLO) serta sinkronisasi antarlembaga agar manajemen perbatasan menjadi lebih modern dan efektif. Ia meyakini, dengan integrasi yang tepat, kawasan perbatasan Indonesia akan tumbuh menjadi kawasan maju yang mampu bersaing di kancah global dalam satu dekade mendatang.

Baca Juga  Misteri Hilangnya Nur Ainia: Karyawati KompasTV Belum Ditemukan Pasca Tragedi Kereta di Bekasi

Sinergi Akademisi dan Penjaga Perbatasan

Tak hanya dari sisi regulasi dan ekonomi, aspek keamanan teritorial pun tetap menjadi pilar utama. Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko dari Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/Kostrad menjelaskan bahwa tugas mereka kini mencakup kegiatan teritorial untuk membantu masyarakat lokal, sebagai wujud kehadiran negara di tengah rakyat.

Dari kacamata akademis, Dekan Fakultas Vokasi Logistik Militer Unhan RI, Marsekal Muda TNI Dr. Penny Radjendra, menyambut hangat inisiatif ini. Ia menilai wawasan strategis ini sangat krusial bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan logistik dan pengelolaan wilayah di masa depan. Sementara itu, Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas BNPP RI, Belly Isnaeni, berharap melalui BNPP MENYALA, mahasiswa tumbuh menjadi individu yang peduli dan siap berkontribusi nyata bagi kedaulatan serta kemakmuran NKRI.

Tentang Penulis
Husnul
Husnul